
Ilustrasi: Tanda Bahwa Kamu Pernah Mengalami Kekerasan Emosional dari Orang Tua Menurut Psikologi (Unsplash/Ольга Андреева)
JawaPos.com - Berbeda dengan kekerasan fisik, kekerasan emosional memang tidak meninggalkan bekas luka yang terlihat di tubuh, namun dampaknya bisa jauh lebih berbahaya bahkan bisa bertahan seumur hidup.
Pada salah satu video di kanal Youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa, di Amerika Serikat, setiap 10 detik dilaporkan satu kasus kekerasan terhadap anak. Dalam setahun, lebih dari 6,6 juta anak terlibat dalam kekerasan emosional.
Dampak kekerasan emosional dapat melemahkan perkembangan emosional anak dan menghancurkan rasa percaya diri mereka. Berikut 10 tanda umum kekerasan emosional dari orang tua yang penting untuk dikenali agar kamu bisa memahami dan mulai memulihkan diri.
1. Sering Mengalami Ledakan Emosi
Apakah kamu mudah menangis atau sulit mengendalikan perasaan? Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh teguran dan pengabaian emosional cenderung memiliki gejolak emosi yang ekstrem. Bisa merasa sangat bahagia saat mendapat validasi, lalu langsung terpuruk saat tidak diperhatikan.
2. Terlalu Ramah pada Orang Asing
Beberapa korban kekerasan emosional tumbuh menjadi pribadi yang terlalu baik atau penuh kasih terhadap orang lain. Mereka berusaha memberikan cinta yang dulu tidak mereka terima dan berempati secara berlebihan agar orang lain tidak merasakan penderitaan yang sama.
3. Agresif terhadap Orang Lain atau Hewan
Sebaliknya, sebagian anak justru meniru perilaku kasar orang tuanya. Mereka melampiaskan kemarahan kepada teman atau hewan, sebagai bentuk kontrol atas rasa tidak berdaya yang dulu mereka alami.
4. Sulit Memiliki Teman
Anak yang tumbuh dalam kekerasan emosional sering kesulitan membangun hubungan sosial sehat. Mereka mungkin mudah terjebak dalam hubungan toksik atau justru menghindari kedekatan emosional karena takut disakiti lagi.
5. Tidak Percaya Diri akan Masa Depan
Korban kekerasan emosional sering dibesarkan dengan kritik dan hinaan. Akibatnya, mereka tumbuh pesimis dan takut gagal, bahkan enggan mengejar potensi terbaiknya.
6. Menekan Emosi Secara Berlebihan
Mereka yang mendapat emotional abuse dari orang tuanya akan terbiasa hidup dalam ketakutan bahkan tidak berani mengekspresikan perasaan. Akibatnya, banyak yang menyembunyikan emosi dan melampiaskannya dengan cara tidak sehat seperti alkohol atau obat-obatan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
