Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Oktober 2025, 05.33 WIB

6 Dampak Stres pada Anak dan Remaja, Ancaman Serius bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Ilustrasi dampak stres pada anak dan remaja (Dok. iStockphoto) - Image

Ilustrasi dampak stres pada anak dan remaja (Dok. iStockphoto)

JawaPos.com - Stres tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja. Dalam jangka pendek, stres bisa memberi dorongan positif, misalnya mendorong anak lebih rajin belajar saat menghadapi ujian. Namun, kondisi ini berbeda dengan stres kronis yang berlangsung lama.

Stres berkepanjangan berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental. Berikut adalah dampak stres kronis pada anak dan remaja, dikutip dari laman apa.org

1. Dampak Fisik Berbahaya

Anak dan remaja yang sering tertekan berisiko mengalami gangguan sistem imun, tekanan darah tinggi, hingga masalah metabolisme. Bahkan, penelitian mengaitkan stres dengan obesitas dan penyakit jantung di masa depan.

2. Gangguan Kesehatan Mental

Dampak besar juga dirasakan pada mental. Remaja yang terjebak stres kronis rentan mengalami kecemasan, depresi, dan perubahan suasana hati. Sayangnya, banyak kasus tidak disadari orang tua maupun guru sehingga penanganan sering terlambat.

3. Menurunkan Kemampuan Belajar

Tekanan emosional juga dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuan belajar. Anak yang stres cenderung sulit mengingat pelajaran, prestasinya menurun, dan kehilangan semangat bersosialisasi dengan teman sebaya.

4. Mendorong Perilaku Berisiko

Pada remaja, stres kronis kerap mendorong perilaku berisiko. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara tingkat stres tinggi dengan kecenderungan mencoba alkohol, narkoba, atau melakukan tindakan berbahaya.

5. Keluhan Psikosomatis

Dampak lain yang sering muncul adalah keluhan psikosomatis. Anak-anak dan remaja bisa mengeluhkan sakit kepala, sakit perut, atau rasa lelah tanpa penyebab medis jelas. Gejala ini biasanya dipicu tekanan psikologis yang tidak tertangani.

6. Masalah Kurang Tidur

Kurang tidur juga menjadi masalah serius. Anak sulit tidur nyenyak, sementara remaja rentan insomnia. Akibatnya, kondisi fisik memburuk dan emosi semakin tidak stabil, menciptakan lingkaran stres yang makin berat.

Para pakar menekankan pentingnya peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Dukungan keluarga dan sekolah sangat dibutuhkan agar anak dan remaja punya ruang aman untuk tumbuh.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore