Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 06.22 WIB

Jangan Asbun! 8 Kalimat yang Sebaiknya Dihindari saat Mendukung Teman yang Mengalami Depresi Berat atau Masalah Mental

Ilustrasi seseorang yang didampingi teman saat menghadapi depresi atau kesulitan berat (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang didampingi teman saat menghadapi depresi atau kesulitan berat (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Mendukung seseorang yang sedang mengalami depresi berat atau Masalah mental bukanlah perkara sederhana. Banyak orang berniat membantu, tetapi tanpa sadar justru mengucapkan hal-hal yang membuat mereka merasa disalahkan.

Dalam situasi ini, memilih kata-kata yang tepat sama pentingnya dengan kehadiran kita. Empati yang kurang tepat justru bisa memperburuk perasaan seseorang yang sedang terpuruk. 

Mereka bisa merasa bersalah atau menutup diri karena merasa tidak divalidasi. Karena itu, penting bagi kita untuk memahami batas diri sebagai teman atau keluarga, dan fokus pada dukungan emosional yang benar.

Topik kesehatan mental, terutama terkait depresi berat, memerlukan pendekatan yang sensitif dan penuh empati. Satu kalimat yang keliru bisa menghalangi mereka untuk terbuka. 

Dilansir dari YouTube Psych2Go, Kamis (2/10), berikut delapan hal yang sebaiknya tidak dikatakan kepada seseorang yang sedang mengalami depresi atau kesulitan berat. Simak apa saja!

1. "Aku akan sangat sedih kalau sesuatu terjadi padamu"

Kalimat ini terlihat penuh perhatian, tapi sebenarnya memusatkan perhatian pada perasaan kita, bukan pada mereka yang sedang berjuang. 

Hal ini bisa menambah tekanan emosional. Lebih baik fokus mendengarkan dan menunjukkan kepedulian tanpa mengaitkan dengan rasa takut pribadi.

Sebaiknya katakan: "Aku di sini untukmu, dan aku siap mendengarkan apa pun yang kamu rasakan."

2. "Sabar saja, nanti juga akan membaik"

Meski berniat memberi semangat, ucapan ini sering terdengar meremehkan bagi mereka yang tengah mengalami depresi mendalam. 

Mengakui kesulitan yang mereka rasakan saat ini jauh lebih penting daripada menawarkan optimisme instan. Empati tulus dimulai dengan mengakui rasa sakit yang mereka alami.

Sebaiknya katakan: "Aku tahu ini sulit, tapi kamu tidak sendirian. Aku mau dengarkan ceritamu.

3. "Masalah ini cuma sementara"

Kalimat seperti ini terdengar klise dan bisa membuat mereka merasa tidak dipahami. Bagi seseorang yang sedang terpuruk, masalah yang dihadapi sering terasa permanen. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore