Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 06.45 WIB

Kenali 7 Dampak Trauma Masa Kecil terhadap Hubungan Pernikahan, Jangan Sampai Rumah Tangga Hancur!

Trauma masa kecil bisa sangat memengaruhi cara berkomunikasi dengan pasangan (Vera Arsic/Pexels) - Image

Trauma masa kecil bisa sangat memengaruhi cara berkomunikasi dengan pasangan (Vera Arsic/Pexels)

JawaPos.com - Masa kecil merupakan momen penting yang membentuk kepribadian kita. Apa pun yang terjadi pada masa kecil, bisa sangat memengaruhi kita di masa depan, termasuk trauma.

Mengutip dari laman Thrive Works, trauma masa kecil adalah pengalaman berbahaya, menakutkan, atau kekerasan yang dialami seseorang sejak lahir hingga usia 17 tahun yang meninggalkan bekas mendalam dalam hidupnya. 

Banyak yang mengira trauma masa kecil hanya meliputi kekerasan fisik, pelecehan emosional, atau pengabaian. Namun sebenarnya trauma sangat subjektif tergantung bagaimana seseorang meresponsnya. 

Dua orang bisa mengalami kejadian yang sama, tetapi dampaknya terhadap mereka bisa sangat berbeda. 

Ada yang bisa pulih dengan cepat, sedangkan yang lain membawa luka itu hingga dewasa dan memengaruhi hubungan mereka, termasuk pernikahan

Mengetahui dampak trauma masa kecil sangat penting supaya kamu bisa menjaga keharmonisan rumah tangga dan mencegah keretakan.

Merangkum dari laman Modern Minds dan Simi Psychological Group, berikut ini beberapa dampaknya pada kehidupan pernikahan:

1. Masalah Kepercayaan

Salah satu dampak trauma masa kecil yang paling umum adalah kesulitan membangun kepercayaan dalam hubungan dewasa. 

Mereka yang pernah mengalami trauma sering merasa sulit percaya kepada pasangan karena takut dikhianati atau ditinggalkan. 

Akibatnya, mereka cenderung menutup diri, menghindari kerentanan, atau bahkan menjauh dari pasangan demi melindungi diri dari rasa sakit. Hal ini tentu bisa menghambat kedekatan emosional dalam pernikahan.

2. Kesulitan dalam Membentuk Keterikatan

Trauma masa kecil dapat mengganggu perkembangan pola keterikatan yang sehat. Akibatnya, dalam pernikahan, seseorang bisa menjadi terlalu bergantung pada pasangan atau justru menghindari kedekatan secara emosional. 

Mereka juga sering kesulitan mengelola emosi dan menyelesaikan konflik dengan baik. Pola ini membuat hubungan menjadi tidak stabil dan penuh ketegangan.

3. Masalah Komunikasi

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore