Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 18.54 WIB

7 Karakteristik Unik Psikologi Orang yang Masih Setia Membawa Buku Catatan

Ilustrasi tangan sedang menulis pada buku catatan dengan pena, di meja yang tenang tanpa adanya perangkat digital di dekatnya. (Freepik) - Image

Ilustrasi tangan sedang menulis pada buku catatan dengan pena, di meja yang tenang tanpa adanya perangkat digital di dekatnya. (Freepik)

JawaPos.com - Di tengah dominasi aplikasi digital, masih ada banyak orang yang setia dengan buku catatan fisik dan pena. Pilihan untuk menulis dengan tangan ini bukan sekadar kebiasaan lama. Hal ini justru mengungkapkan cara kerja pikiran mereka.

Melansir dari Geediting.com Jumat (26/9), kesetiaan terhadap alat tulis analog ini terkait dengan psikologi yang unik. Preferensi ini menunjukkan tujuh sifat mendalam yang jarang dimiliki oleh pengguna aplikasi catatan digital. Mari kita cermati tujuh karakteristik tersebut.

1. Memproses Informasi Lebih Mendalam

Orang ini lebih suka menyimpulkan ide daripada menyalin kata-kata secara mentah-mentah. Menulis tangan memaksa otak untuk memproses dan mereformulasi konsep dengan lebih mendalam. Mereka tidak hanya mengejar kecepatan, melainkan mengejar pemahaman yang utuh.

2. Sangat Melindungi Perhatian Penuh

Buku catatan tidak akan menampilkan notifikasi yang mengganggu fokus. Mereka sadar akan potensi jebakan multitasking digital yang menguras perhatian. Tindakan memilih kertas adalah tindakan sadar untuk tetap fokus pada satu tugas.

3. Pembelajar yang Mengandalkan Fisik dan Gerakan

Satu di antara sifat unik mereka, gerakan fisik membentuk huruf dengan tangan membantu otak berpikir. Isyarat sensorik seperti tekstur kertas dan tekanan pena memperkuat ingatan. Bagi mereka, menulis adalah kemitraan antara otak dan tubuh.

4. Mampu Memetakan Ide dalam Ruang Visual

Pengguna buku catatan sering memanfaatkan margin, panah, dan posisi tulisan di halaman. Mereka menyukai konteks visual yang membantu menempatkan makna ide. Mereka adalah tipe pemikir yang mengorganisir informasi secara spasial.

5. Menggunakan Alat Kognitif untuk Mengurangi Beban Mental

Mereka tahu kepala mereka tidak dapat mengingat semuanya dengan sempurna. Mereka menggunakan buku catatan sebagai hard drive eksternal. Hal ini disebut cognitive offloading untuk membebaskan ruang mental yang penting.

6. Lebih Nyaman dengan Kecepatan yang Disengaja dan Tenang

Mereka cenderung menolak urgensi yang dipaksakan oleh perangkat digital. Orang ini menerima bahwa gagasan membutuhkan waktu untuk berkembang. Kecepatan analog ini berhubungan dengan tingkat kesabaran yang lebih tinggi.

7. Mengolah Emosi dengan Menulis, Mendukung Ketahanan Mental

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore