Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 23.55 WIB

8 Tanda Anda Mengalami Demensia Lebih Awal, Meski Tidak Berkaitan dengan Melemahnya Daya Ingat 

Ilustrasi seseorang mengalami demensia lebih awal. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang mengalami demensia lebih awal. (Freepik)

JawaPos.Com - Demensia sering kali dikaitkan dengan penurunan daya ingat, terutama pada lansia. 
 
Namun faktanya, gejala awal demensia tidak selalu muncul dalam bentuk lupa atau melemahnya daya ingat pada lansia. 
 
Dewasa ini, demensia pun bisa dialami orang-orang yang usianya jauh lebih muda dan tidak selalu berkaitan dengan menurunnya daya ingat. 
 
Menurut informasi yang dirangkum Jawa Pos, ternyata ada tanda-tanda lain yang kerap kali luput dari perhatian, padahal ini menjadi sinyal awal yang penting untuk dikenali terkait gejala demensia.

Mengenali gejala demensia sejak dini, tentu sangatlah penting agar penderita bisa mendapatkan perawatan yang tepat, serta meningkatkan kualitas hidup mereka. 

Sebagaimana dilansir dari Geediting.com, disebutkan ada delapan tanda awal demensia yang tidak langsung berkaitan dengan melemahnya daya ingat, tetapi dapat menjadi peringatan untuk lebih waspada.

Mari kita bahas tanda-tandanya satu per satu secara mendalam.

1. Mengalami Perubahan Halus dalam Suasana Hati atau Kepribadian

Salah satu tanda awal demensia yang jarang disadari adalah perubahan suasana hati atau kepribadian. 

Misalnya, seseorang yang sebelumnya periang mendadak menjadi mudah marah, cemas, atau bahkan apatis.

Psikologi menjelaskan bahwa perubahan ini terjadi karena demensia memengaruhi area otak yang mengatur emosi dan kepribadian. 

Perubahan mungkin terlihat kecil pada awalnya, tetapi jika terus berlanjut, hal ini bisa menjadi sinyal penting adanya gangguan kognitif yang lebih serius.

2. Kesulitan Menemukan Kata yang Tepat

Masalah dalam komunikasi adalah gejala umum lain yang sering muncul di tahap awal demensia. 

Penderitanya mungkin mengalami kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara, atau sering berhenti di tengah kalimat karena lupa istilah sederhana.

Ini bukan sekadar “lupa sesaat” yang biasa dialami banyak orang, melainkan kesulitan konsisten yang mengganggu interaksi sehari-hari. 

Menurut penelitian dalam bidang neurologi, perubahan pada fungsi bahasa di otak dapat menjadi salah satu indikator awal perkembangan demensia.

3. Berjuang dengan Pemikiran Abstrak

Tanda lain yang kerap muncul adalah kesulitan memahami konsep abstrak. Misalnya, seseorang yang dulunya terbiasa mengelola keuangan atau menghitung angka sederhana, tiba-tiba menjadi kebingungan saat harus melakukan perhitungan dasar.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore