Ilustrasi, tanda orang yang benar-benar baik dan hanya berpura-pura. (Freepik/ freepik)
JawaPos.com - Orang yang benar-benar baik dengan yang hanya berpura-pura baik sulit untuk dibedakan. Terlebih bagi Anda yang tidak pandai untuk menilai orang. Namun, bagaimana pun itu, kebaikan yang tulus dari hati cepat atau lambat pasti akan terpancar dengan sendirinya.
Sekiranya dilansir JawaPos.com dari geediting pada Jumat (19/9), delapan tanda di bawah ini dapat membantu Anda untuk mengenali orang-orang di sekitar Anda, siapa yang benar-benar baik dan siapa yang hanya berpura-pura baik.
1. Orang yang Tulus Datang Di Saat-Saat yang Tidak Nyaman
Bersikap baik saat semuanya lancar dan nyaman tentu mudah bagi semua orang. Tetapi, orang yang benar-benar baik akan menunjukkan diri mereka di saat-saat kecil yang tidak nyaman, misalnya yang menjenguk Anda saat sakit atau membantu Anda ketika pindah rumah.
Ketahuilah bahwa kebaikan yang tulus dari hati membutuhkan sedikit pengorbanan, baik waktu, energi, maupun usaha. Sementara orang yang berpura-pura baik menyukai citra suportif, tetapi tidak menyukai kenyataan. Jadi, mereka sering kali menghilang ketika keadaan menjadi kacau, sulit, dan tidak nyaman.
2. Tidak Memamerkan Kebaikan
Bukan berarti orang yang dengan lantang mengunggah setiap tindakan amal secara daring atau mengingatkan semua orang tentang kebaikan yang pernah dilakukan itu lebih tentang terlihat baik daripada benar-benar baik.
Kebaikan sejati itu tenang dan tidak butuh penonton. Jadi, ketika seseorang tidak merasa perlu memamerkan perbuatan baiknya, maka itulah kebaikan yang sejati, yang dilakukan dari hati, bukan ego pribadi.
3. Menghormati Batasan, bahkan Ketika Tidak Menguntungkan
Tanda paling jelas antara orang yang benar-benar baik dan tidak akan terlihat dari bagaimana mereka menyikapi batasan. Orang yang benar-benar baik akan menghormati batasan, mereka mengerti kata 'tidak' tanpa tersinggung.
Mereka tidak menganggap kemandirian orang lain sebagai ancaman, sebaliknya, mereka menghargai kejujuran daripada keharmonisan palsu. Sementara itu, orang yang berpura-pura baik sering kali menyenangkan di permukaan.
Jadi, ketika orang lain menetapkan batasan yang tidak disukainya, maka dengan seketika mereka akan berubah menjadi dingin bahkan membuat orang lain tersebut merasa bersalah.
4. Mendengarkan Tanpa Menunggu untuk Berbicara
Pahamilah bahwa 'keramahan yang cerewet' belum tentu berarti kebaikan. Bahkan orang yang berpura-pura baik sering kali mendominasi percakapan, mereka jadi tampak hangat dan terlibat.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
