
Menurut Psikologi, Ini Cara Membedakan Stres dan Burnout, Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Terlambat! (Jcomp/Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa benar-benar lelah, kewalahan, bahkan sampai tidak punya tenaga untuk melakukan apa pun? Di satu sisi, mungkin itu hanya stres. Namun, bisa juga kondisi yang Anda alami sebenarnya adalah burnout. Sayangnya, kedua hal ini sering kali disalahartikan karena gejalanya mirip, padahal dampaknya bisa sangat berbeda.
Pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go, dijelaskan bahwa, stres biasanya muncul sebagai respon tubuh terhadap tekanan atau perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis. Sementara itu, burnout adalah kondisi ketika tekanan itu terjadi secara berlebihan dan berkepanjangan, sehingga membuat seseorang benar-benar kehabisan energi.
Psikolog dan ahli kesehatan mental menekankan bahwa memahami perbedaan keduanya sangat penting agar penanganan yang dilakukan tidak salah arah. Nah, mari kita bahas tanda-tanda yang bisa membantu membedakan stres dan burnout.
1. Rasa Lelah dan Kehabisan Energi
Stres memang bisa membuat tubuh dan pikiran terasa terkuras. Namun, biasanya seseorang yang stres masih bisa bertahan dan menyelesaikan tuntutan hidupnya. Berbeda dengan burnout, di mana rasa lelahnya sudah sampai ke titik benar-benar habis, bahkan tidak lagi mampu menghadapi rutinitas sehari-hari. Jika Anda merasa seperti “kosong” dan tidak punya tenaga sama sekali, ini bisa menjadi tanda burnout.
2. Proses yang Muncul Perlahan
Burnout tidak terjadi dalam semalam. Kondisi ini berkembang perlahan dari dorongan ambisi yang berlebihan, kebiasaan memaksa diri bekerja terlalu keras, hingga akhirnya mengabaikan kebutuhan diri sendiri. Seiring waktu, hal ini bisa memicu perasaan hampa, cemas, depresi, dan bahkan kolaps secara fisik maupun mental.
3. Kesulitan Menjalani Aktivitas Harian
Baik di sekolah, kuliah, pekerjaan, maupun kegiatan sukarela, rasa kewalahan bisa saja muncul. Namun, bila Anda mulai merasa tidak mampu menghadapi tugas-tugas sehari-hari, sering absen, atau menjadi pribadi yang berbeda dari biasanya, ada kemungkinan Anda sedang mengalami burnout, bukan sekadar stres.
4. Perubahan Psikologis
Burnout dapat memengaruhi kesehatan mental secara serius. Pikiran jadi terasa kacau, sulit berkonsentrasi, mudah marah, hingga merasa putus asa. Bahkan, riset menunjukkan bahwa burnout bisa meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.
5. Masalah di Fisik
Baik stres maupun burnout sama-sama bisa menimbulkan masalah fisik, seperti sulit tidur, cepat lelah, hingga daya tahan tubuh menurun. Namun, pada burnout, gejalanya sering lebih berat, misalnya insomnia berkepanjangan, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.
6. Kehilangan Rasa Bermakna
Tidak semua stres berujung pada burnout. Jika apa yang Anda lakukan terasa penting dan bermakna, stres biasanya masih bisa ditoleransi. Tetapi, ketika Anda merasa usaha yang dilakukan tidak ada artinya, di situlah burnout lebih mudah muncul.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
