JawaPos.com – Kenapa kita bisa merasa hampa atau kosong meskipun dikelilingi banyak orang? Pertanyaan ini sering dicari banyak orang yang merasa sepi di tengah keramaian.
Fenomena ini dikenal sebagai emotional loneliness atau kesepian emosional, yaitu kondisi ketika seseorang tampak caktif bersosialisasi, atau selalu dikelilingi teman, tetapi hatinya tetap merasa kesepian
Merasa kosong di tengah keramaian bukanlah hal aneh namun merupakan hal yang banyak dibicarakan di dunia psikologi.
Kondisi ini bisa muncul karena kurangnya koneksi emosional yang mendalam, kelelahan mental, hingga tekanan psikologis yang tidak disadari.
Bahkan, banyak orang yang terlihat periang dan mudah bergaul ternyata diam-diam sering mengalami kehampaan batin.
Sebuah data menarik menurut Gallup, bahwa hampir satu dari empat orang di seluruh dunia—sekitar 25% hingga 27% dari kaum muda berusia 19 hingga 29 tahun—mengaku merasa sangat atau cukup kesepian, bahkan ketika mereka berada di sekitar orang lain.
Jika dibiarkan, perasaan kosong ramai ini bisa berpengaruh pada kesehatan mental, membuat seseorang semakin menarik diri, atau merasa tidak pernah benar-benar dimengerti.
Karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya. Yuk, simak penjelasannya berikut yang dilansir dari American Behavioural Clinics dan Start My Wellness.
1. Faktor Penyebab Kesepian Di Tengah Keramaian
Alienasi (Alienation) – Pernahkah Anda berada di kafe berkumpul bersama teman-teman, tapi justru merasa tidak termasuk?
Inilah yang disebut dengan alienasi. Secara psikologis, alienasi muncul ketika seseorang merasa tidak “terlihat” atau tidak dianggap penting, meskipun berada di tengah banyak orang.
Penelitian dari University of Chicago menunjukkan bahwa otak kita memproses keterhubungan sosial bukan dari jumlah orang di sekitar, tetapi dari kualitas interaksi.
Jadi, ketika percakapan terasa dangkal atau terpaksa, otak menandainya sebagai isolasi—dan kita merasa kesepian meskipun ramai.
Kurangnya Koneksi Emosional – Loneliness in the crowd juga sering terjadi karena hubungan yang kita miliki terasa dangkal.
Mungkin kita punya banyak teman atau rekan, tetapi jika koneksi emosional tidak terbentuk—misalnya tidak ada ruang untuk saling memahami atau berbagi perasaan terdalam—maka kita tetap merasa kosong.
Inilah yang disebut dengan superficial relationships. Dalam jangka panjang, kurangnya koneksi emosional membuat kita merasa tidak benar-benar dikenal atau dihargai, sehingga perasaan hampa semakin kuat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
