Ilustrasi orang kurang tidur
JawaPos.com – Banyak orang meremehkan pentingnya tidur dengan alasan pekerjaan, hiburan, atau sekadar menunda waktu istirahat. Padahal, kurang tidur memiliki dampak serius terhadap kestabilan emosi dan kesehatan mental seseorang. Fenomena ini semakin relevan di era modern, ketika gaya hidup cepat sering kali mengorbankan kualitas tidur.
Menurut dr. Adi Badri melalui kontennya di TikTok @adibadri.dr, tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan proses biologis penting untuk memulihkan energi otak. Kurang tidur membuat otak bekerja tidak optimal, sehingga seseorang lebih mudah marah, gelisah, atau bahkan mengalami ledakan emosi kecil.
Konten serupa dibagikan akun @lunasihutangtidur. Ia menekankan bahwa utang tidur yang menumpuk dapat memperburuk suasana hati. Tubuh yang tidak mendapat istirahat cukup akan lebih rentan terhadap stres, sulit berkonsentrasi, hingga memengaruhi kemampuan mengambil keputusan. Akibatnya, produktivitas sehari-hari menurun dan hubungan sosial ikut terdampak.
Dari sisi medis, dr. Erta P.W. SpJP, FIHA, menjelaskan bahwa kurang tidur dalam jangka panjang dapat memicu ketidakseimbangan hormon.
Hormon stres seperti kortisol meningkat, sementara produksi hormon bahagia seperti serotonin menurun. Kondisi ini menjelaskan mengapa orang yang sering begadang cenderung lebih emosional, mudah tersinggung, bahkan berisiko mengalami depresi.
Sementara itu, kreator konten kesehatan @gwenwinarno menyebut kurang tidur berulang juga berdampak pada cara otak memproses emosi. Bagian otak bernama amigdala, yang berperan mengatur reaksi emosional, menjadi lebih aktif ketika tubuh kekurangan tidur. Akibatnya, respon emosional seseorang bisa berlebihan terhadap hal-hal kecil.
Mengapa Kurang Tidur Memengaruhi Emosi?
Tidur berkualitas berfungsi untuk “merapikan” emosi yang dialami sepanjang hari. Saat tidur, otak melakukan proses konsolidasi memori, mengatur ulang hormon, serta memperbaiki sel-sel tubuh. Jika proses ini terhambat, emosi menjadi lebih sulit dikendalikan.
Secara psikologis, kurang tidur menurunkan daya tahan mental. Seseorang lebih mudah merasa kewalahan menghadapi tekanan, sehingga stres kecil pun bisa terasa berlebihan. Fenomena ini sering terlihat pada pekerja kantoran atau mahasiswa yang terbiasa begadang demi tugas.
Dampak Jangka Panjang
Jika dibiarkan, kurang tidur bisa memicu berbagai dampak serius pada kestabilan emosi, di antaranya:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022