Kurang Tidur Bisa Ganggu Metabolisme dan Berat Badan, Ini Penjelasan Ilmiahnya
gambar ilustrasi dari pinterest
JawaPos.com - Orang menganggap kurang tidur hanya membuat tubuh terasa lelah di keesokan harinya.
Namun, ulasan terbaru Psychology Today menunjukkan bahwa tidur memiliki peran jauh lebih besar, yakni membantu mengatur hormon, metabolisme, hingga berat badan.
Bahkan, kehilangan waktu tidur dalam jumlah kecil secara rutin dapat memengaruhi kesehatan metabolik seseorang.
Penelitian terbaru yang menyoroti hubungan erat antara tidur dan metabolisme.
Salah satunya menemukan adanya jalur di otak yang menghubungkan tidur dengan pelepasan hormon pertumbuhan, sedangkan penelitian lainnya menunjukkan bahwa mengurangi waktu tidur sekitar 80 menit setiap malam selama enam minggu berkaitan dengan kenaikan berat badan ringan serta peningkatan perilaku kurang aktif.
Dalam penelitian terhadap 95 orang dewasa, peserta diminta mempertahankan waktu bangun yang sama, tetapi menunda waktu tidur selama sekitar 90 menit.
Hasilnya, mereka mengalami kenaikan berat badan rata-rata sekitar 0,45 kilogram, sekaligus menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk atau tidak bergerak.
Temuan ini menunjukkan bahwa kurang tidur tidak hanya memengaruhi pola makan, tetapi juga menurunkan aktivitas fisik sehari-hari.
Selama ini, hubungan antara kurang tidur dan kenaikan berat badan sering dikaitkan dengan meningkatnya rasa lapar.
Memang, tidur yang tidak cukup dapat memengaruhi hormon pengatur nafsu makan serta membuat makanan tinggi kalori terasa lebih menggoda.
Namun, penelitian terbaru menambahkan faktor lain yang tak kalah penting, yaitu berkurangnya keinginan untuk bergerak.
Ketika tubuh kelelahan akibat kurang tidur, seseorang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dalam kondisi pasif sehingga pembakaran energi ikut menurun.
Para peneliti menegaskan bahwa dampak tersebut dapat terjadi meskipun pengurangan waktu tidur tidak tergolong ekstrem.
Kebiasaan tidur yang sedikit lebih pendek setiap malam, bila berlangsung terus-menerus, berpotensi menggeser metabolisme ke arah yang kurang sehat.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko obesitas, resistensi insulin, hingga gangguan metabolik lainnya.
Temuan ini memperkuat pentingnya menjadikan tidur sebagai bagian dari gaya hidup sehat, sejajar dengan pola makan bergizi dan olahraga teratur.
Jika tujuan Anda adalah menjaga berat badan atau meningkatkan kesehatan metabolik, memastikan tidur berkualitas selama sekitar 7–9 jam setiap malam bisa menjadi salah satu langkah paling sederhana sekaligus efektif.