
Ilustrasi orang dewasa yang duduk sendiri di sebuah ruangan dengan wajah sedih, mencerminkan isolasi dari trauma masa lalu. (Freepik)
JawaPos.com - Penelantaran selama masa kanak-kanak bisa meninggalkan luka yang dalam dan abadi pada seseorang. Pengalaman buruk ini seringkali tidak hilang begitu saja. Namun, hal itu akan memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan dunia saat dewasa.
Melansir dari Geediting.com Jumat (12/9), trauma masa lalu itu sering termanifestasi sebagai perilaku halus di masa dewasa. Mengenali tanda-tanda ini bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menumbuhkan pemahaman serta empati. Mari kita pelajari delapan perilaku yang dimaksud.
1. Sering Berlebihan dalam Hubungan
Orang-orang ini cenderung terlalu berlebihan dalam suatu hubungan, memberikan perhatian serta kasih sayang yang berlebihan. Mereka juga mungkin bersikap terlalu murah hati atau selalu mengalah kepada pasangannya. Ini adalah cara mereka untuk mencegah orang lain meninggalkan mereka.
Mereka juga terus-menerus mencari pengakuan dan kepastian dari pasangan atau teman. Ini adalah strategi yang mereka pelajari untuk mengisi kekosongan dari trauma masa lalu.
2. Sulit Membangun Rasa Percaya
Individu-individu ini sering merasa sulit sekali untuk memercayai orang lain. Mereka selalu waspada, khawatir akan dikhianati atau ditinggalkan kembali. Trauma penelantaran masa kecil menciptakan ketakutan akan kerentanan.
Mereka selalu membangun tembok di sekitar hatinya untuk melindungi diri dari kekecewaan. Hal ini dapat menjadi hambatan besar dalam membentuk hubungan yang sehat.
3. Sangat Takut Komitmen
Satu di antara tanda yang jelas adalah ketakutan yang mendalam terhadap komitmen. Ini tidak hanya berlaku pada hubungan romantis, tetapi juga pertemanan dan karier. Mereka melihat komitmen sebagai risiko yang besar.
Perasaan ini berasal dari ketakutan akan ditinggalkan atau ditolak lagi. Mereka lebih suka menghindari komitmen sama sekali daripada mengambil risiko patah hati.
4. Hiper-independen
Menjadi mandiri adalah mekanisme bertahan hidup bagi mereka yang mengalami penelantaran masa kecil. Saat dewasa, hal ini menjadi perilaku hiper-independen yang terlihat jelas. Mereka menolak untuk meminta bantuan orang lain.
Mereka bahkan rela berusaha keras untuk membuktikan bahwa mereka bisa menangani semuanya sendirian. Hal ini membuat mereka menjadi pribadi yang sangat mandiri, tetapi sekaligus terisolasi.
5. Perasaan Tidak Berharga

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
