
Ilustrasi seorang pria benar-benar bahagia hidup melajang (Magnific/Freepik)
JawaPos.com - Menjadi lajang sering kali dianggap sebagai fase sementara dalam hidup seseorang, terutama bagi pria dewasa.
Namun, menurut psikologi modern, tidak semua orang lajang merasa kesepian atau tidak lengkap.
Justru, ada banyak pria yang benar-benar bahagia dengan status lajang mereka dan tidak merasa tertekan oleh ekspektasi sosial untuk segera menikah.
Kebahagiaan ini bukan berasal dari penghindaran terhadap hubungan, melainkan dari rasa cukup, kesadaran diri, dan kepuasan hidup.
Dilansir dari Geediting, terdapat 10 perilaku yang menunjukkan bahwa seorang pria benar-benar bahagia menjadi lajang menurut psikologi:
1. Ia Nyaman Melakukan Banyak Hal Sendirian
Seorang pria yang bahagia sebagai lajang tidak merasa canggung saat harus makan di restoran sendiri, menonton film sendirian, atau pergi liburan tanpa pasangan.
Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai self-sufficiency—kemampuan menikmati kebersamaan dengan diri sendiri tanpa merasa kesepian.
Ini menunjukkan tingkat kedewasaan emosional dan stabilitas mental yang tinggi.
2. Ia Tidak Membutuhkan Validasi Romantis untuk Merasa Bernilai

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
