Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 14.48 WIB

Bau Badan Membandel? Begini Cara Ampuh Mengatasinya

Ilustrasi orang bau badan (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi orang bau badan (Dok. Freepik)

 
JawaPos.com - Bau badan sering kali menjadi masalah yang membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri. Banyak orang merasa tidak nyaman, bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari ketika bau badan muncul berlebihan.
 
Dilansir dari laman YouTube Kata Dokter, bau badan terjadi karena keringat bercampur dengan bakteri yang hidup di kulit. Hal ini menyebabkan munculnya aroma tidak sedap, terutama pada area tubuh tertentu yang rentan berkeringat.
 
Menariknya, bau badan bukan hanya sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh gaya hidup, hormon, hingga makanan. Mari kita bahas lebih detail mengenai penyebab dan cara efektif mengatasinya agar tubuh tetap segar sepanjang hari.
 
Penyebab dan Cara Mengatasi Bau Badan
 
1. Kelenjar Keringat dan Bakteri Kulit
 
Tubuh memiliki dua jenis kelenjar keringat, yaitu ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin menghasilkan keringat berupa air dan garam, sedangkan kelenjar apokrin menghasilkan keringat lebih kental yang sering bercampur dengan bakteri penyebab bau tidak sedap, terutama di ketiak dan selangkangan.
 
2. Faktor Genetik dan Hormon
 
Setiap orang memiliki kondisi tubuh berbeda, termasuk dalam hal produksi keringat. Faktor genetik dapat membuat seseorang cenderung memiliki bau badan lebih kuat. Selain itu, perubahan hormon seperti masa pubertas, menstruasi, atau stres emosional juga dapat meningkatkan produksi keringat yang memperparah bau badan.
 
3. Kebersihan Tubuh yang Kurang Terjaga
 
Tidak menjaga kebersihan dengan baik dapat memperburuk kondisi bau badan. Mandi minimal dua kali sehari sangat dianjurkan, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat. Gunakan sabun antibakteri untuk membantu membasmi bakteri penyebab bau, dan pastikan tubuh dikeringkan dengan benar setelah mandi.
 
4. Handuk dan Pakaian yang Tidak Bersih
 
Handuk lembap dan jarang diganti dapat menjadi sarang bakteri. Begitu pula dengan pakaian yang tidak mampu menyerap keringat dengan baik. Disarankan menggunakan bahan katun yang lebih nyaman dan menyerap keringat. Dengan begitu, kulit tetap kering dan bakteri sulit berkembang.
 
5. Pemilihan Produk Perawatan Tubuh
 
Deodoran dan antiperspirant adalah pilihan tepat untuk membantu mengurangi bau badan. Deodoran berfungsi menetralkan bau, sedangkan antiperspirant membantu mengurangi produksi keringat. Pilihlah produk sesuai jenis kulit agar tidak menimbulkan iritasi.
 
6. Pengaruh Makanan dan Minuman
 
Beberapa makanan seperti bawang merah, bawang putih, atau rempah dengan aroma kuat dapat memperburuk bau badan. Minuman berkafein dan alkohol juga dapat merangsang produksi keringat berlebih. Batasi konsumsinya untuk membantu menjaga aroma tubuh tetap segar.
 
7. Penggunaan Bahan Alami
 
Air garam memiliki sifat antibakteri yang bisa membantu mengurangi bau badan. Namun, penggunaannya tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi kulit. Alternatif lain adalah menggunakan sabun antibakteri yang lebih aman bagi kulit sensitif.
 
Bau badan memang bisa mengganggu, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan menjaga kebersihan tubuh, memilih makanan yang tepat, hingga menggunakan produk perawatan yang sesuai, masalah bau badan dapat diminimalisir dengan baik.
 
Jika bau badan tetap membandel meskipun sudah melakukan berbagai cara, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Penanganan medis mungkin dibutuhkan apabila bau badan disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu.
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore