Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 21.34 WIB

7 Kebiasaan Impulsif yang Membuat Pekerja Keras Terjebak Hidup Pas-pasan

Ilustrasi pekerja keras. (Pexels/RDNE Stock project) - Image

Ilustrasi pekerja keras. (Pexels/RDNE Stock project)

JawaPos.Com - Banyak orang berpikir bahwa bekerja keras otomatis akan membawa pada kehidupan yang mapan dan sejahtera. 

Namun kenyataannya, tidak sedikit pekerja keras yang tetap hidup pas-pasan meski tenaga, waktu, dan pikiran sudah tercurah sepenuhnya untuk pekerjaan. 

Hal ini sering kali bukan semata karena gaji yang kurang, melainkan karena kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari justru menghambat tercapainya stabilitas keuangan.

Seperti dilansir dari Geediting.com, terdapat sejumlah kebiasaan impulsif yang membuat seseorang terus terjebak dalam lingkaran finansial yang sama: bekerja keras, mendapatkan gaji, lalu habis begitu saja tanpa bekas.

 Selengkapnya, inilah tujuh kebiasaan tersebut secara lebih dalam, agar kita bisa memahami pola yang sering tidak terlihat namun berdampak besar pada kehidupan.

1. Pengeluaran Spontan

Pengeluaran spontan menjadi salah satu penyebab utama seseorang sulit keluar dari kondisi hidup pas-pasan

Sering kali keputusan membeli sesuatu dilakukan berdasarkan dorongan sesaat, tanpa pertimbangan matang apakah barang atau layanan tersebut benar-benar dibutuhkan. 

Rasa puas yang muncul memang instan, tetapi efeknya pada keuangan bisa bertahan lama.

Kebiasaan seperti ini membuat arus kas pribadi tidak terkontrol. Setiap kali ada dorongan hati untuk membeli, pengeluaran pun keluar tanpa batas. 

Akibatnya, uang yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan penting atau masa depan justru terkuras untuk hal-hal yang sifatnya sementara.

2. Membayar Hanya Jumlah Minimum pada Kartu Kredit

Kartu kredit kerap dianggap sebagai penolong, terutama saat kondisi keuangan sedang ketat. 

Namun, di balik kemudahannya, banyak orang terjebak pada kebiasaan membayar tagihan hanya pada jumlah minimum. 

Praktik ini membuat beban bunga semakin menumpuk dari bulan ke bulan.

Alih-alih bebas dari utang, seseorang justru semakin terperangkap dalam kewajiban finansial yang terus bertambah. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore