Ilustrasi pria yang emosional
JawaPos.com – Marah adalah emosi alami yang pasti pernah dialami setiap orang. Namun, masalah muncul ketika amarah dilampiaskan tanpa kendali, hingga merusak hubungan dengan orang lain maupun berdampak buruk pada kesehatan mental. Pertanyaan pentingnya, bagaimana cara mengendalikan emosi saat marah agar tidak menimbulkan penyesalan?
Menurut video edukasi psikologi yang dibagikan melalui kanal YouTube Satu Persen - Indonesian Life School, emosi marah muncul ketika ada ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan.
Rasa frustrasi ini memicu reaksi tubuh seperti jantung berdebar lebih cepat, nafas pendek, hingga pikiran sulit jernih. Jika dibiarkan, amarah dapat berubah menjadi agresi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Psikolog menjelaskan, ada beberapa strategi praktis yang bisa dilakukan untuk meredakan amarah:
Baca Juga: Mengapa Kita Sulit Mengingat Mimpi? Psikologi Ungkap Hubungan Antara Mimpi, Ingatan, dan Emosi
Berhenti sejenak (pause). Saat emosi memuncak, cobalah diam beberapa detik untuk menghindari reaksi spontan yang bisa menyakiti orang lain.
Atur pernapasan. Teknik pernapasan dalam membantu menurunkan ketegangan fisik. Menghirup udara secara perlahan lalu menghembuskannya dapat menenangkan sistem saraf.
Alihkan energi. Alihkan rasa marah ke aktivitas fisik positif, misalnya berolahraga, berjalan kaki, atau menulis jurnal. Cara ini membantu menyalurkan energi tanpa melukai siapapun.
Ubah pola pikir. Video tersebut menekankan pentingnya menyadari bahwa marah seringkali dipicu oleh interpretasi berlebihan. Dengan mengubah sudut pandang, kita bisa meredakan emosi lebih cepat.
Komunikasi dengan tenang. Jika amarah muncul karena orang lain, sampaikan perasaan secara asertif, bukan dengan teriakan atau kata-kata kasar.
Mengapa hal ini penting? Penelitian psikologi menemukan bahwa marah berlebihan tidak hanya berpengaruh pada kondisi mental, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik. Risiko tekanan darah tinggi, gangguan jantung, hingga stres kronis dapat meningkat ketika emosi meledak tanpa kendali. Lebih jauh, amarah yang tidak terkendali sering kali memperburuk hubungan, baik dalam ranah personal maupun profesional.
Dalam kehidupan sehari-hari, mengendalikan amarah bukan berarti menekan perasaan. Sebaliknya, ini tentang belajar mengekspresikan emosi secara sehat. Teknik sederhana seperti mengambil jeda (pause), menarik napas dalam-dalam, hingga menggunakan komunikasi asertif dapat membantu setiap orang melatih diri agar lebih matang menghadapi konflik.
Mengelola emosi saat marah sejatinya adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Tidak ada manusia yang sepenuhnya bebas dari amarah. Namun, dengan kesadaran diri dan strategi psikologis, emosi tersebut bisa diarahkan menjadi energi positif. Kendali diri bukan hanya membuat hidup lebih tenang, tetapi juga menjaga hubungan tetap harmonis.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
