Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 23.14 WIB

Kenali Bagaimana MBTI Respon Emosi Negatif, dari Introvert yang Menarik Diri hingga Ekstrovert yang Meledak-ledak

MBTI membantu memahami bagaimana tiap tipe kepribadian merespons emosi negatif (Dok. Freepik) - Image

MBTI membantu memahami bagaimana tiap tipe kepribadian merespons emosi negatif (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa heran mengapa ada orang yang mudah marah saat stres, sementara yang lain justru terlihat tenang meski menghadapi tekanan berat? Jawabannya bisa dilihat melalui kerangka Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), salah satu metode psikologi populer yang mengklasifikasikan kepribadian menjadi 16 tipe.

Menurut laman resmi MBTI Online, setiap tipe kepribadian memiliki cara berbeda dalam merespons situasi emosional, termasuk ketika berhadapan dengan emosi negatif. Pola ini dipengaruhi oleh dominasi fungsi kognitif tertentu, seperti introvert, ekstrovert, intuisi, perasaan, maupun penilaian logis.

Siapa yang Terlibat dalam Respons Emosi Negatif?

Semua individu, baik introvert maupun ekstrovert, mengalami emosi negatif. Namun, cara mereka menghadapinya dipengaruhi oleh kecenderungan kepribadian.

Psychology Junkie menjelaskan bahwa tipe Thinking (T) cenderung merespons stres dengan logika dingin, sementara tipe Feeling (F) lebih dipengaruhi oleh sensitivitas emosional.

Bagaimana MBTI Merespons Stres dan Tekanan?

Setiap tipe MBTI memiliki pola khas:

1. INTJ & ENTJ (The Strategist & The Commander)

Umumnya berfokus pada solusi. Saat stres, mereka bisa menjadi lebih kritis dan perfeksionis. Namun, jika dikelola dengan baik, tekanan justru mendorong mereka untuk mengambil keputusan strategis.

2. INFJ & ENFJ (The Counselor & The Teacher)

Sangat peka terhadap konflik. Mereka sering menyerap emosi orang lain hingga merasa kewalahan. Highly Sensitive Refuge menyebut tipe ini rentan kelelahan emosional jika tidak menjaga batas diri.

3. ISTJ & ESTJ (The Inspector & The Executive)

Tipe ini mengutamakan aturan dan struktur. Dalam kondisi negatif, mereka bisa menjadi kaku dan sulit menerima perubahan. Namun, kestabilan emosi mereka sering membuat orang lain merasa aman.

4. ISFJ & ESFJ (The Protector & The Provider)

Saat tertekan, mereka cenderung menekan perasaan sendiri demi menjaga keharmonisan. Jika dibiarkan, hal ini bisa memicu ledakan emosi di kemudian hari.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore