Seorang wanita sedang melakukan me time sebagai bentuk self care (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, istilah self-care telah menjadi semakin populer, namun sering kali disalahartikan sebagai perilaku konsumtif yang membebani finansial. Padahal, esensi utamanya terletak pada hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Menurut World Health Organization (WHO), self-care adalah upaya dan kemampuan seseorang untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit, dan mengelola stres, baik dengan atau tanpa bantuan tenaga medis, demi mencapai hidup yang lebih seimbang. Hal ini sangat penting di tengah padatnya aktivitas agar kita bisa tetap "waras".
Banyaknya tekanan dari berbagai sisi dapat membuat seseorang merasa kewalahan dan berakhir pada burnout. Menurut American Psychological Association (APA), burnout adalah kondisi kelelahan fisik dan mental yang disertai menurunnya motivasi, sehingga berdampak negatif pada kinerja serta sikap terhadap diri sendiri dan orang lain.
liBaca Juga: Hidup Serasa Dikejar Deadline? Ternyata Mindfulness Bisa Jadi Senjata Ampuh untuk Menjaga Kewarasan
Untuk mengantisipasi hal ini, praktik self-care berperan dalam meningkatkan resiliensi, mengurangi stres, dan memperbaiki fungsi kognitif, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi tubuh. Self-care sendiri bisa diwujudkan melalui berbagai cara sederhana:
- Secara fisik, bisa melalui gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan memiliki waktu istirahat yang cukup. Istirahat di sini bukan berarti bermalas-malasan, melainkan momen untuk mengisi kembali energi sebelum kembali menghadapi segudang aktivitas.
- Secara mental, bisa dilakukan dengan journaling, berdoa, beribadah, atau istirahat sejenak dari media sosial. Cara ini dapat mengurangi beban pikiran, menenangkan perasaan, dan menjaga suasana hati tetap stabil.
- Secara emosional, bisa dengan memprioritaskan diri sendiri dari hal-hal yang mengancam atau tidak nyaman. Contohnya adalah dengan berani menolak ajakan, menetapkan batasan, atau berani bersuara jika ada tuntutan berlebihan sebagai bentuk perlindungan diri.
Selain itu, self-care juga memiliki pengaruh positif secara ekonomi. Seseorang yang rutin menerapkan gaya hidup sehat cenderung memiliki risiko pengeluaran medis jangka panjang yang lebih rendah.
Lebih jauh, kemampuan mengelola stres melalui self-care juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas, yang pada akhirnya berdampak baik pada stabilitas finansial pribadi.
Oleh karena itu, merawat diri seharusnya tidak dipandang sebagai kemewahan atau tindakan egois. Sebaliknya, self-care adalah bentuk tanggung jawab personal yang berdampak pada kesejahteraan individu dan lingkungan sekitar. Di era yang penuh tekanan ini, self-care adalah investasi paling bijak yang bisa dilakukan oleh setiap orang.
Sama seperti kita mengisi ulang baterai ponsel agar dapat digunakan kembali, tubuh dan pikiran kita juga membutuhkan recharge. Mulailah dari sekarang dengan membuat daftar kecil hal-hal yang membuatmu bersyukur, atau luangkan waktu di akhir pekan untuk melakukan hobi yang kamu sukai. Tidak perlu mahal, yang terpenting adalah konsistensi dan keberlanjutan.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
