Ilustrasi mahasiswa yang sedang belajar
JawaPos.com – Pernahkah Anda berniat belajar serius, tetapi justru sibuk membuka media sosial atau memikirkan hal lain? Fenomena ini dialami banyak mahasiswa dan pelajar, terutama di era digital yang penuh distraksi. Fokus belajar yang menurun bukan hanya soal kemauan, melainkan juga dipengaruhi faktor psikologis dan kebiasaan sehari-hari.
Apa pentingnya fokus saat belajar?
Menurut Harvard Health (2023), konsentrasi yang baik memengaruhi kemampuan otak menyerap informasi dan meningkatkan daya ingat jangka panjang. Tanpa fokus, waktu belajar menjadi kurang efektif, bahkan menimbulkan stres karena target akademik tidak tercapai.
Mahasiswa dan pelajar merupakan kelompok yang paling rentan. Tugas menumpuk, tekanan ujian, serta distraksi digital membuat mereka sulit mempertahankan konsentrasi. Laporan Study Australia (2024) menegaskan bahwa pelajar internasional bahkan menghadapi tantangan tambahan, seperti adaptasi budaya dan rasa rindu rumah, yang turut memengaruhi kemampuan fokus.
Lingkungan belajar memiliki peran besar. Healthline (2022) mencatat bahwa ruang belajar yang bising, berantakan, atau minim pencahayaan alami membuat otak lebih cepat lelah. Sebaliknya, lingkungan tenang, tertata, dan cukup cahaya membantu otak bekerja lebih optimal.
Kapan biasanya fokus menurun?
Penelitian Husson University (2024) menunjukkan bahwa konsentrasi manusia cenderung menurun setelah 25–30 menit belajar tanpa jeda. Inilah sebabnya banyak pakar merekomendasikan teknik Pomodoro, yaitu belajar intens selama 25 menit lalu istirahat 5 menit. Cara ini membantu otak tetap segar dan produktif lebih lama.
Mengapa sulit fokus di era digital?
Distraksi terbesar datang dari teknologi. Ponsel pintar, notifikasi media sosial, hingga kebiasaan multitasking terbukti mengganggu proses belajar. Ditmawa UPI (2024) menekankan bahwa multitasking membuat otak bekerja lebih keras, tetapi hasil belajar justru kurang maksimal.
Bagaimana cara meningkatkan fokus saat belajar?
Para pakar psikologi memberikan sejumlah strategi praktis:
Atur lingkungan belajar. Pilih ruang tenang, rapikan meja, dan minimalkan gangguan visual. Penataan ruang memengaruhi kesiapan mental dalam belajar.
Gunakan teknik manajemen waktu. Terapkan metode Pomodoro atau buat jadwal belajar dengan jeda teratur agar otak tidak cepat lelah.
Latih mindfulness. Harvard Health menyebut meditasi singkat atau pernapasan dalam dapat menurunkan stres dan meningkatkan konsentrasi.
Kurangi distraksi digital. Nonaktifkan notifikasi ponsel atau gunakan aplikasi pengatur waktu agar tidak mudah tergoda membuka media sosial.
Jaga kondisi fisik. Pola makan sehat, hidrasi cukup, serta tidur 7–8 jam setiap malam terbukti meningkatkan daya konsentrasi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
