Ketekunan menjadi kunci terbentuknya mental baja, membuat seseorang mampu menghadapi rintangan dengan konsisten
JawaPos.com – Pernah dengar pepatah “usaha tidak akan mengkhianati hasil”? Kalimat itu menggambarkan betapa pentingnya ketekunan dalam menjalani hidup.
Dalam psikologi, ketekunan atau perseverance sering dikaitkan dengan kemampuan seseorang untuk tetap bertahan, konsisten, dan berjuang meskipun menghadapi rintangan besar.
Ketekunan inilah yang membentuk mental baja, membuat seseorang tidak mudah menyerah, dan justru semakin kuat saat menghadapi tantangan.
Apa itu ketekunan?
Menurut Angela Duckworth, peneliti dari University of Pennsylvania yang mempopulerkan konsep grit, ketekunan adalah kombinasi dari konsistensi dan semangat dalam jangka panjang. Artinya, seseorang dengan grit tinggi akan terus berusaha mencapai tujuan meskipun jalannya penuh hambatan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menjelaskan bahwa grit berhubungan langsung dengan kesuksesan akademik, karier, hingga hubungan personal. Bahkan, ketekunan disebut lebih berpengaruh dibanding IQ atau bakat bawaan.
Baca Juga: Unik dan Bersikap Apa Adanya: 4 Weton Ini Mampu Menjadi Orang Sukses dan Kaya Raya Menurut Ramalan
Bagaimana ketekunan membentuk mental baja?
Psikologi modern menyebut, otak manusia memiliki kemampuan neuroplastisitas, yakni berubah dan beradaptasi lewat pengalaman. Saat seseorang konsisten menghadapi tantangan, otak membangun pola baru yang membuat mental lebih kuat.
BrainFirst Institute menambahkan, ketekunan juga memperkuat regulasi emosi. Orang yang terbiasa menghadapi kegagalan dengan sabar cenderung memiliki stres lebih rendah dan daya tahan mental lebih tinggi. Dengan kata lain, mereka tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga emosional.
Contoh nyata dalam kehidupan
Di dunia kerja, misalnya, seorang karyawan dengan ketekunan tinggi akan terus belajar meski gagal dalam proyek pertamanya. Dalam pendidikan, siswa dengan grit lebih mampu menyelesaikan studi panjang dibanding mereka yang hanya mengandalkan kepintaran.
Psychology Today menulis, ketekunan juga berperan dalam membangun hubungan sosial. Orang yang tekun cenderung tidak mudah menyerah saat menghadapi konflik dalam pertemanan maupun pernikahan. Mereka berusaha mencari solusi, bukan sekadar meninggalkan masalah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
