
Ilustrasi menunda pekerjaan. (Freepik)
JawaPos.com – Pernah mengalami momen saat tugas atau pekerjaan sudah numpuk, tapi kamu memilih sibuk scroll media sosial atau rebahan dulu “sebentar”? Eh, tahu-tahu waktu sudah habis, deadline makin dekat, dan panik mulai melanda. Nah, fenomena ini disebut prokrastinasi atau kebiasaan menunda pekerjaan penting.
Menurut Psikologi Umsida, prokrastinasi bukan sekadar rasa malas. Banyak orang yang menunda pekerjaan justru karena merasa terlalu perfeksionis, takut gagal, atau nggak percaya diri dengan hasil kerjanya.
Jadi, mereka memilih menunda sambil mencari distraksi, entah main HP, nonton drama, atau sekadar ngemil. Padahal, di balik itu tersimpan rasa cemas yang belum terselesaikan.
Halodoc menyebutkan, prokrastinasi bisa muncul dari kondisi emosi yang nggak stabil. Saat pikiran dipenuhi rasa takut atau khawatir, seseorang jadi lebih gampang mencari pelarian.
Akibatnya, tugas utama ditinggalkan dan energi habis untuk aktivitas lain yang sebenarnya nggak terlalu penting. Misalnya, daripada mengerjakan laporan kantor, orang bisa memilih merapikan playlist musik atau bersih-bersih meja. Aktivitas produktif kecil yang sebenarnya cuma cara untuk menghindar.
Fenomena ini banyak ditemukan di kalangan mahasiswa. Menurut Suara Usu, prokrastinasi akademik terjadi karena mahasiswa merasa punya waktu panjang sebelum deadline, lalu mengabaikan tugas sampai menit-menit terakhir.
Masalahnya, kebiasaan ini bikin kualitas tugas menurun, sementara beban stres meningkat. Alhasil, semangat belajar pun ikut luntur karena otak sudah lelah duluan menghadapi tekanan waktu.
Dampak dari kebiasaan menunda ini tidak main-main. Alodokter menegaskan bahwa prokrastinasi yang berulang bisa menimbulkan rasa bersalah, stres, dan bahkan memicu gangguan mood.
Orang yang sering menunda cenderung mengkritik dirinya sendiri, merasa tidak produktif, dan akhirnya kehilangan motivasi. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menurunkan rasa percaya diri dan mengganggu performa kerja maupun akademik.
Selain itu, Undiknas (2025) menambahkan, prokrastinasi erat kaitannya dengan manajemen waktu yang buruk. Banyak orang yang merasa “nanti aja bisa dikerjain” padahal sebenarnya mereka sedang kehilangan kontrol terhadap prioritas.
Ketika semua pekerjaan ditunda, pada akhirnya beban menumpuk di ujung waktu. Situasi ini bukan hanya bikin panik, tapi juga menguras energi mental yang seharusnya bisa digunakan untuk hal lain.
Lalu bagaimana cara mengatasinya? Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba:
Psikologi Umsida juga menyarankan melatih kesadaran diri (self-awareness). Dengan menyadari pola “menunda dulu baru panik di akhir”, seseorang bisa mulai mengubah kebiasaan itu pelan-pelan. Tidak perlu langsung berubah total, cukup dengan konsisten bikin langkah kecil setiap hari.
Selain strategi itu, penting juga untuk menjaga kondisi mental. Menurut Halodoc, prokrastinasi sering kali terjadi saat seseorang kelelahan atau emosinya nggak stabil.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
