Ilustrasi kebiasaan suka menunda
JawaPos.com - Sebagai orang yang sibuk dan punya keseharian yang penuh baik itu belajar maupun bekerja, kamu mungkin pernah menunda pekerjaan dan melakukan aktivitas lain.
Sengaja maupun tidak, kamu bisa menunda melakukan hal yang seharusnya kamu lakukan dan malah melakukan hal lain yang tidak ada hubungannya. Hal ini bisa berulang kali terjadi sampai kamu membentuk sebuah kebiasaan suka menunda.
Hal ini tentunya bisa berdampak buruk bagi diri. Tidak hanya soal tugas yang tidak selesai tepat waktu, ada juga dampak pada kehidupan sosial dan juga pribadi diri sendiri yang tidak bisa bertanggung jawab.
Kamu mungkin menganggap bahwa kebiasaan suka menunda hanyalah buah dari kemalasan yang dimiliki semua orang. Namun, tahukah kamu bahwa ada alasan psikologis dibalik kebiasaan suka menunda?
Tidak banyak orang tahu, bahwa perilaku atau kebiasaan manusia sehari-hari terbentuk oleh psikologis kita. Dikutip dari Solving Procrastination dan Resilience Cyclinic, berikut ini merupakan 7 alasan psikologis di balik kebiasaan suka menunda:
1. Takut Kegagalan
Alasan psikologis pertama di balik kebiasaan suka menunda adalah takut kegagalan. Ketika seseorang memiliki tugas atau tanggung jawab, mereka bia takut gagal memenuhi hal tersebut sehingga mereka tidak berani bahkan untuk memulai.
Ada banyak pikiran negatif dalam diri mereka yang membuat mereka merasa kurang, bahkan ketika mereka mampu mengerjakannya. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan diri dan juga mindset seseorang.
2. Sulit Kelola Emosi
Alasan psikologis kedua dari kebiasaan suka menunda adalah mereka sulit mengelola emosi. Yang dimaksud pengelolaan emosi adalah mereka tidak mampu mengelola begitu banyak emosi dalam dirinya, sehingga menunda melakukan sesuatu adalah hasil tindakan dari ketidakmampuan tersebut.
Ketika seseorang punya banyak emosi dalam diri, mereka bisa kesulitan untuk memulai mengerjakan sesuatu. Hal inilah yang menyebabkan mereka memilih untuk menunda mengerjakan tugas atau tanggung jawab mereka.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
