
Ilustrasi seseorang yang sedang melihat ponselnya dengan ekspresi bingung dan sedih, sementara ikon pesan yang tidak terkirim menunjukkan bahwa ia telah di-ghosting. (Freepik)
JawaPos.com - "Ghosting" telah menjadi cara umum untuk mengakhiri hubungan, entah itu pertemanan atau percintaan. Perilaku ini dipilih karena seseorang tidak ingin berhadapan dengan percakapan yang sulit. Psikologi menyebut perilaku ini sering kali berkaitan erat dengan beberapa sifat khas.
Melansir dari Geediting.com Kamis (21/8), fenomena ini tidak hanya menyakitkan bagi korban, tetapi juga mengungkapkan banyak hal. Perilaku ini juga menunjukkan kompleksitas emosi dari pelaku. Berikut tujuh sifat yang kerap kali ditemukan pada orang yang memilih "menghilang" atau ghosting.
1. Takut akan Konfrontasi
Orang-orang ini memiliki ketakutan yang tinggi akan konfrontasi atau perselisihan dalam hubungan. Mereka menghindari percakapan yang bisa menimbulkan ketegangan, sehingga memilih cara menghilang tanpa jejak. Ini adalah mekanisme pertahanan diri untuk menghindari stres atau kecemasan yang muncul dari perdebatan.
2. Memiliki Hasrat untuk Mengontrol
Meskipun tampaknya pasif, tindakan ghosting dapat berasal dari keinginan yang mendalam untuk mengontrol. Dengan menghilang, mereka menempatkan diri dalam posisi yang menentukan kapan interaksi berakhir. Perilaku ini adalah tentang kebutuhan mereka akan kontrol.
3. Kecerdasan Emosional Rendah
Satu di antara sifat utama yang sering terlihat adalah kurangnya kecerdasan emosional. Mereka kesulitan memahami atau mengelola emosi mereka sendiri. Mereka juga tidak memiliki empati yang cukup untuk memikirkan perasaan orang lain.
4. Kurangnya Kedewasaan
Ghosting adalah tanda ketidakdewasaan emosional yang signifikan dalam diri seseorang. Mereka tidak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi konflik secara dewasa. Ini adalah cara yang kekanak-kanakan untuk menyelesaikan masalah.
5. Takut akan Kerentanan
Orang yang melakukan ghosting sering kali takut menjadi rentan di hadapan orang lain. Gagasan untuk membagikan perasaan terdalam mereka kepada orang lain terasa menakutkan. Jadi, mereka lebih baik menghilang daripada menghadapi ketakutan itu.
6. Menghindari Rasa Bersalah
Mereka memilih untuk menghilang karena menghindari rasa bersalah yang mungkin muncul. Mereka tidak ingin mendengar ungkapan rasa sakit dari orang yang mereka tinggalkan. Dengan menghilang, mereka bisa merasa bebas dari konsekuensi.
7. Sifat Egois

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
