Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Agustus 2025 | 22.13 WIB

6 Strategi Bijak Menghadapi Mantan yang Kembali Setelah Lama Hilang Berdasarkan Psikologi dan Stoik

Ilustrasi bijak menghadapi mantan kembali (jcomp/Freepik) - Image

Ilustrasi bijak menghadapi mantan kembali (jcomp/Freepik)

JawaPos.com - Tidak jarang dalam perjalanan hidup, seseorang yang pernah menghilang tiba-tiba kembali hadir. 

Sebuah pesan singkat, panggilan telepon, atau sekadar interaksi di media sosial dapat memicu gelombang emosi yang bercampur antara lega, bingung, dan penasaran. 

Di momen seperti ini, banyak orang kehilangan kendali dan terburu-buru merespons, tanpa menyadari bahwa langkah pertama sangat menentukan arah hubungan berikutnya.

Psikologi modern menegaskan bahwa fase awal setelah seseorang kembali adalah waktu yang paling rawan untuk membuat keputusan impulsif. 

Sebuah penelitian dari Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa mereka yang lama menahan diri cenderung tergoda untuk segera bertindak, yang sering kali berujung pada penyesalan. 

Inilah sebabnya mengapa kendali diri menjadi kunci utama untuk melindungi harga diri sekaligus menjaga kesehatan mental.

Filosofi Stoik mengajarkan bahwa kendali sejati tidak terletak pada siapa yang hadir dalam hidup Anda, melainkan pada bagaimana Anda memilih merespons. 

Dengan menggabungkan prinsip psikologi dan kebijaksanaan Stoik, Anda dapat menghadapi momen ini dengan tenang, bijak, dan penuh kesadaran, tanpa kehilangan arah maupun jati diri.

Simak selengkapnya yang telah dirangkum dari kanal YouTube Kekuatan Stoik pada Sabtu (09/08).

1. Jangan Terburu-Buru Memberi Respons

Kesalahan yang paling umum terjadi adalah membalas pesan terlalu cepat. 

Ketergesaan ini justru mengirimkan sinyal bahwa hidup Anda berhenti sejak ia pergi dan selama ini Anda hanya menunggu kepulangannya. 

Padahal, respons yang terlalu cepat membuat posisi Anda terlihat lemah secara emosional, dan membuka celah bagi pola lama untuk terulang kembali.

Strategi yang lebih bijak adalah memberi jeda sebelum membalas. 

Hal ini bukan untuk bermain tarik ulur, melainkan untuk menunjukkan bahwa hidup Anda tetap berjalan tanpa bergantung pada kehadirannya. 

Psikologi menyebutnya sebagai bentuk pengendalian diri yang sehat, di mana Anda menempatkan prioritas pada kestabilan emosi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore