
ilustrasi dua orang yang terhubung, dengan satu sisi menunjukkan jejak masa kecil, menggambarkan bagaimana pengalaman lalu memengaruhi hubungan./Freepik
JawaPos.com - Cara kita mencintai dan dicintai ternyata tidak datang begitu saja. Pola perilaku ini terbentuk jauh sebelum kita sadar. Pengalaman masa kecil menjadi fondasi utama.
Fondasi itu membentuk bagaimana Anda mengekspresikan dan menerima kasih sayang dalam hubungan. Melansir dari Geediting.com Rabu (6/8), ada delapan faktor penting dari masa lalu. Faktor ini secara signifikan membentuk bahasa cinta Anda.
Berikut adalah delapan cara masa kecil membentuk cara Anda memberi dan menerima cinta:
Ketersediaan Emosional Orang Tua
Ketersediaan emosional orang tua Anda saat kecil memengaruhi bagaimana Anda mencari koneksi. Jika orang tua responsif, Anda cenderung mencari hubungan yang sama saat dewasa. Sebaliknya, kurangnya perhatian bisa membuat Anda menarik diri.
Penyelesaian Konflik Keluarga
Cara orang tua Anda menyelesaikan perselisihan menjadi cetak biru bagi Anda. Ini akan memengaruhi cara Anda menghadapi konflik di hubungan romantis. Anda cenderung meniru cara mereka berkomunikasi.
Gaya Kelekatan (Attachment Style)
Ikatan Anda dengan pengasuh membentuk gaya kelekatan. Gaya kelekatan ini dapat berupa aman, cemas, atau menghindar. Gaya ini akan menentukan dinamika hubungan Anda nantinya.
Bahasa Cinta Keluarga
Cara keluarga Anda menunjukkan kasih sayang akan membentuk bahasa cinta Anda. Jika keluarga sering memberikan sentuhan fisik, Anda akan terbiasa dengan bahasa cinta sentuhan. Ini juga berlaku untuk bahasa cinta lain seperti kata-kata afirmasi atau hadiah.
Pola Batasan Diri
Bagaimana batasan pribadi dihormati atau dilanggar di masa kecil akan sangat berpengaruh. Ini memengaruhi kemampuan Anda menetapkan batasan yang sehat. Anda akan kesulitan menolak hal-hal yang tidak Anda sukai.
Pujian dan Kritik
Keseimbangan antara pujian dan kritik dari orang tua memengaruhi harga diri. Ini juga memengaruhi bagaimana Anda memberikan atau menerima umpan balik. Anda akan cenderung menghindari kritik jika terlalu sering mendapatkannya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
