Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Maret 2026 | 22.37 WIB

Jika Seseorang Terus-Menerus Mengeluh Tidak Punya Waktu, Tetapi Menghabiskan Dua Jam Setiap Malam untuk Membuka Ponsel, Biasanya Mereka Miliki 7 Pola Masalah Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menghabiskan waktu di malam hari dengan membuka ponsel. (Freepik/ake1150sb) - Image

seseorang yang menghabiskan waktu di malam hari dengan membuka ponsel. (Freepik/ake1150sb)


JawaPos.com - Di era digital saat ini, keluhan “tidak punya waktu” menjadi sangat umum. Banyak orang merasa hari mereka terlalu padat, tugas menumpuk, dan waktu terasa selalu kurang. Namun, jika diamati lebih dalam, sering kali ada paradoks yang mencolok: orang yang sama bisa menghabiskan berjam-jam setiap malam scrolling media sosial, menonton video pendek, atau sekadar berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain tanpa tujuan jelas.

Fenomena ini bukan sekadar masalah manajemen waktu biasa. Dalam psikologi, perilaku ini sering mencerminkan pola yang lebih dalam—terkait kebiasaan, emosi, hingga cara seseorang memandang dirinya sendiri dan hidupnya.

Dilansir dari Silicon Canals, terdapat 7 pola masalah psikologis yang sering muncul pada orang yang merasa “tidak punya waktu” tetapi tetap menghabiskan banyak waktu di ponsel.

1. Ilusi Produktivitas (Productivity Illusion)

Banyak orang merasa sibuk sepanjang hari, tetapi sebenarnya tidak produktif. Mereka mungkin mengerjakan banyak hal kecil, namun menghindari tugas yang benar-benar penting.

Menghabiskan waktu di ponsel sering menjadi “hadiah palsu” setelah merasa lelah, padahal kelelahan itu sendiri berasal dari kurangnya fokus dan prioritas. Ini menciptakan siklus:

Tidak fokus → pekerjaan lama selesai
Merasa lelah → cari pelarian di ponsel
Waktu habis → semakin merasa tidak punya waktu
2. Penghindaran Emosional (Emotional Avoidance)

Dalam psikologi, scrolling tanpa henti sering dianggap sebagai bentuk escape behavior—cara untuk menghindari perasaan tidak nyaman.

Orang yang:

stres
cemas
merasa kewalahan

cenderung menggunakan ponsel sebagai distraksi. Bukan karena mereka punya waktu, tapi karena mereka ingin “lari” dari realitas.

Ironisnya, semakin sering menghindar, semakin besar tekanan yang menumpuk.

3. Ketidakjelasan Prioritas Hidup

Orang yang benar-benar tahu apa yang penting bagi mereka biasanya lebih tegas dalam menggunakan waktu. Sebaliknya, jika seseorang terus merasa “tidak punya waktu,” bisa jadi mereka belum jelas tentang:

tujuan hidup
prioritas utama
apa yang benar-benar bernilai

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore