Ilustrasi seseorang mencoba melepaskan diri dari kebiasaan coping yang tak sehat. (dok. Freepik)
JawaPos.com - Dalam kehidupan modern, saat menghadapi tekanan emosional atau stres, banyak orang secara otomatis menggunakan strategi coping.
Namun, ada sejumlah pola coping yang sejatinya tidak sehat, sifatnya sementara dan justru memperparah kondisi mental dalam jangka panjang. Walau menawarkan kelegaan instan, mekanisme seperti menghindar, makan berlebihan, atau menyendiri bisa menciptakan dampak negatif pada hubungan, kesehatan, dan stabilitas emosi.
Menurut Bay Area CBT Center, sebuah praktik terapi kognitif-behavioral di AS, coping tidak sehat (maladaptive coping) mencakup perilaku seperti penyalahgunaan zat, isolasi sosial, emotional eating, self‑talk negatif, dan kerja berlebihan yang digunakan untuk menghindari masalah daripada menyelesaikannya. Meskipun terasa menenangkan di awal, kebiasaan ini cenderung memperparah stres dan menghambat pemulihan jangka panjang.
Pola Unhealthy Coping yang Perlu Kamu Kenali
Menggunakan alkohol, obat-obatan, atau zat lain untuk melarikan diri dari tekanan emosional. Riskan memicu kecanduan dan memburuknya kesehatan mental.
Menarik diri dari teman atau keluarga sebagai bentuk coping. Padahal, isolasi jangka panjang bisa meningkatkan risiko kesepian, depresi, dan menurunnya sistem pendukung sosial.
Menggunakan makanan sebagai pelarian dari perasaan negatif. Meski memberi rasa nyaman sesaat, sering berujung rasa bersalah, gangguan nutrisi, dan citra tubuh negatif.
Kebiasaan mengkritik diri secara berlebihan, berpikiran hitam-putih, atau menyalahkan diri sendiri. Pola ini merusak kepercayaan diri dan meningkatkan kecemasan atau depresi.
Terutama sebagai bentuk pelarian, bekerja terus tanpa jeda emosional. Pada awalnya terlihat produktif, tapi sering menyebabkan burnout mental dan kehidupan tidak seimbang.
Termasuk binge-watching, game maraton, atau doomscrolling. Aktivitas ini mematikan kesadaran serta menghalangi penyelesaian emosi maupun masalah yang mendasari.
Menghindari atau menyangkal masalah daripada menghadapi. Menghambat pertumbuhan pribadi dan membuat stress menumpuk tanpa solusi efektif.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
