Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Juli 2025 | 04.10 WIB

Mengapa Seseorang Terus Menyalahkan Diri Sendiri? Simak, Cara Menghentikan Pola Trauma yang Tidak Disadari

Ilustrasi menyalahkan diri sendiri (cookie_studio/Freepik) - Image

Ilustrasi menyalahkan diri sendiri (cookie_studio/Freepik)

JawaPos.com - Apakah Anda sering merasa bersalah, bahkan ketika jelas bukan kesalahan Anda? 

Mungkin Anda pernah berkata dalam hati, "Ini semua salahku," padahal logika Anda tahu itu tidak sepenuhnya benar. 

Fenomena menyalahkan diri sendiri sering kali bukan sekadar kebiasaan, tetapi cerminan dari pola pikir yang terbentuk sejak masa kecil.

Banyak dari kita tidak menyadari bahwa otak mengambil jalan pintas untuk menghemat energi saat menghadapi tekanan atau trauma

Salah satu jalan pintas tersebut adalah menyalahkan diri sendiri, karena memberikan rasa kontrol yang semu atas situasi yang tidak bisa kita kendalikan. 

Ini bisa terasa masuk akal di awal, namun dalam jangka panjang bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental dan rasa percaya diri Anda.

Artikel ini akan mengajak Anda memahami akar penyebab kecenderungan menyalahkan diri sendiri, apa saja tanda-tandanya, serta bagaimana Anda bisa mengubah pola pikir tersebut menjadi lebih sehat. 

Mari kita uraikan bersama langkah-langkahnya, agar Anda dapat menjalani hidup yang lebih tenang dan bermakna yang dirangkum dari kanal YouTube Therapy in a Nutshell pada Senin (28/07).

1. Menyalahkan Diri Sendiri Adalah Jalan Pintas Mental Saat Trauma

Ketika Anda mengalami peristiwa menyakitkan di masa lalu, otak Anda berusaha mencari cara cepat untuk memahami apa yang terjadi. 

Salah satu cara tercepat yang diambil otak adalah dengan menyimpulkan bahwa semua itu adalah kesalahan Anda. 

Ini terjadi karena menyalahkan diri sendiri memberi ilusi kontrol, walaupun kenyataannya tidak selalu demikian.

Sebagai contoh, anak yang dimarahi karena tidak sengaja menumpahkan susu mungkin akan berpikir, "Aku bodoh, ini salahku." 

Padahal, reaksi orang tua yang berlebihan bukanlah tanggung jawab anak tersebut. 

Namun, bagi seorang anak, menyalahkan diri sendiri terasa lebih mudah daripada menerima kenyataan bahwa orang tuanya tidak aman secara emosional.

Semakin sering Anda menggunakan jalan pintas ini, semakin tertanam pola bahwa Anda selalu bersalah. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore