
Ilustrasi menyalahkan diri sendiri (cookie_studio/Freepik)
JawaPos.com - Apakah Anda sering merasa bersalah, bahkan ketika jelas bukan kesalahan Anda?
Mungkin Anda pernah berkata dalam hati, "Ini semua salahku," padahal logika Anda tahu itu tidak sepenuhnya benar.
Fenomena menyalahkan diri sendiri sering kali bukan sekadar kebiasaan, tetapi cerminan dari pola pikir yang terbentuk sejak masa kecil.
Banyak dari kita tidak menyadari bahwa otak mengambil jalan pintas untuk menghemat energi saat menghadapi tekanan atau trauma.
Salah satu jalan pintas tersebut adalah menyalahkan diri sendiri, karena memberikan rasa kontrol yang semu atas situasi yang tidak bisa kita kendalikan.
Ini bisa terasa masuk akal di awal, namun dalam jangka panjang bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental dan rasa percaya diri Anda.
Artikel ini akan mengajak Anda memahami akar penyebab kecenderungan menyalahkan diri sendiri, apa saja tanda-tandanya, serta bagaimana Anda bisa mengubah pola pikir tersebut menjadi lebih sehat.
Mari kita uraikan bersama langkah-langkahnya, agar Anda dapat menjalani hidup yang lebih tenang dan bermakna yang dirangkum dari kanal YouTube Therapy in a Nutshell pada Senin (28/07).
Ketika Anda mengalami peristiwa menyakitkan di masa lalu, otak Anda berusaha mencari cara cepat untuk memahami apa yang terjadi.
Salah satu cara tercepat yang diambil otak adalah dengan menyimpulkan bahwa semua itu adalah kesalahan Anda.
Ini terjadi karena menyalahkan diri sendiri memberi ilusi kontrol, walaupun kenyataannya tidak selalu demikian.
Sebagai contoh, anak yang dimarahi karena tidak sengaja menumpahkan susu mungkin akan berpikir, "Aku bodoh, ini salahku."
Padahal, reaksi orang tua yang berlebihan bukanlah tanggung jawab anak tersebut.
Namun, bagi seorang anak, menyalahkan diri sendiri terasa lebih mudah daripada menerima kenyataan bahwa orang tuanya tidak aman secara emosional.
Semakin sering Anda menggunakan jalan pintas ini, semakin tertanam pola bahwa Anda selalu bersalah.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
