Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Juli 2025 | 03.49 WIB

Orang yang Hidupnya Tidak Lagi Merasa Bersemangat Sering Menampilkan 8 Perilaku Halus Ini Tanpa Sadar

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Pernah menatap secangkir kopi setengah habis sambil bertanya-tanya: “Sudah berapa pagi berlalu tanpa satu pun percikan antusiasme?”

Keheningan itu, kadang, bukan sekadar suasana melainkan panggilan untuk bangun. Sebab ketika kegembiraan memudar, hidup terus berjalan… hanya saja, kamu mulai menjalani semuanya dalam mode hening.

Jika akhir-akhir ini kamu merasa datar tanpa alasan jelas, kamu tidak sendirian. Banyak orang dewasa yang sebelumnya penuh semangat tiba-tiba terjebak dalam rutinitas kosong, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. 

Dan yang membuatnya sulit dikenali? Tandanya sangat halus—begitu halus hingga sering dikira cuma lelah atau terlalu sibuk.

Berikut delapan perilaku yang sering muncul saat semangat perlahan-lahan menghilang, seperti dilansir dari VegOut.

Mungkin tidak semuanya cocok denganmu, tapi jika ada yang terasa dekat, anggap itu bukan vonis melainkan undangan kecil untuk menyalakan kembali percikan hidup.

1. Menukar Pagi Hari dengan Tombol Tunda

Alarm berbunyi. Alih-alih bangkit dan menyambut hari, tanganmu justru otomatis menekan tombol snooze. Sekali, dua kali, tiga kali.

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini bisa mengacaukan siklus tidur dan menurunkan kewaspadaan, membuat tubuh terasa lesu bahkan sebelum kamu benar-benar berdiri.

Jika dulu pagi terasa seperti lembaran baru, tapi kini lebih mirip negosiasi penuh drama, itu bisa jadi pertanda motivasi mulai pudar.

Solusi kecil: letakkan ponsel jauh dari tempat tidur. Berjalan untuk mematikannya bisa jadi pemantik gerakan. Dan gerakan sering kali menjadi jembatan pertama menuju perasaan yang lebih hidup.

2. Mengisi Keheningan dengan Scrolling Tanpa Akhir

Lima menit di halte bus? Scrolling. Waktu makan siang? Scrolling. Waktu senggang malam hari? Masih scrolling.

Psikolog memperingatkan bahwa penggunaan media sosial yang kompulsif bisa menumpulkan sistem penghargaan di otak. Artinya: semakin sering kamu menggulir, semakin tumpul pula rasa senang terhadap hal-hal nyata di luar layar.

Mulai dari yang sederhana: tukar satu sesi menggulir dengan "latihan kesadaran sensorik" tiga menit. Lihat lima warna, dengar empat suara, sentuh tiga tekstur, hirup dua aroma, rasakan satu rasa.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore