Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Juli 2025 | 01.37 WIB

Jika Kamu Selalu Gugup Sebelum Menelepon, 6 Alasan Psikologis Ini Mungkin Penyebabnya

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Seseorang bisa dengan tenang mempresentasikan portofolio bernilai miliaran rupiah di depan puluhan orang, tapi langsung berkeringat dingin ketika harus mengangkat ponsel. Jika ketimpangan itu terasa familier, kamu tidak sendirian.

Rasa gugup saat menelepon adalah hal yang umum, bahkan di kalangan orang-orang yang sangat fasih bersosialisasi. Dilansir dari VegOut, enam alasan berikut mungkin menjelaskan kenapa panggilan telepon bisa terasa seperti lari maraton tanpa pemanasan.

1. Tidak Ada Bahasa Tubuh yang Bisa Dibaca

Menelepon ibarat berdiri di atas panggung tanpa naskah dan tanpa lampu. Tanpa tatapan mata, senyum kecil, atau anggukan sopan, otak kehilangan isyarat bahwa situasinya aman. Akibatnya? Ia mulai mengarang skenario buruk.

Dan detik berikutnya, jari sudah mengarah ke tombol ignore.

Untuk menenangkan sistem saraf yang panik, coba "narasikan" apa yang biasanya dibaca dari bahasa tubuh. Kalimat seperti, “Kalau aku bicara terlalu cepat, silakan hentikan ya,” bisa membantu kedua pihak merasa lebih terhubung, meski hanya lewat suara.

2. Kritikus Batin Terlalu Aktif Saat Telepon Dimulai

Di era pesan teks dan email, tekanan untuk “sempurna saat bicara” terasa nyata. Tidak ada tombol hapus saat berbicara langsung. Jika ada kesalahan, tidak bisa dikoreksi—hanya bisa dilanjutkan.

Akibatnya, suara dalam kepala mulai menilai setiap pilihan kata, nada suara, bahkan cara tertawa.

Untuk meredamnya, cukup tempelkan catatan kecil yang mengingatkan: “Ini panggilan, bukan pertunjukan.” Kedengarannya sepele, tapi cukup untuk mengubah percakapan dari sesi audisi menjadi dialog yang santai.

3. Takut Mengganggu atau Memboroskan Waktu Orang Lain

Banyak orang merasa canggung menelepon karena takut dianggap mengganggu. Apalagi jika lawan bicara adalah orang sibuk—bayangan mereka menatap jam sambil menghitung detik bisa membuat siapa pun salah tingkah.

Solusinya? Langsung beri konteks dan durasi. Contoh: “Aku cuma punya dua pertanyaan, ini cuma butuh sekitar tiga menit.”

Dengan begitu, kamu tidak hanya memberikan struktur percakapan, tapi juga memberi diri sendiri batas yang membuat panggilan terasa lebih terkendali.

4. Pengalaman Buruk di Masa Lalu Masih Tersimpan

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore