Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 18.10 WIB

Bukan Uang! Ini 7 Kunci Kebahagiaan dalam Hidup Menurut Ahli Psikologi, Apa Saja?

Kunci kebahagiaan hidup yang tak selalu tentang uang menurut psikologi (Dok. Freepik) - Image

Kunci kebahagiaan hidup yang tak selalu tentang uang menurut psikologi (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Banyak orang mengira bahwa uang adalah kunci utama kebahagiaan, tetapi para ahli psikologi punya pandangan berbeda. Bahagia sejati tidak hanya bergantung pada materi, melainkan pada faktor-faktor lain yang lebih mendalam dan berkelanjutan.

Jika kamu masih mengaitkan kebahagiaan dengan kekayaan semata, mungkin saatnya melihat dari perspektif yang lebih luas, tentang menjadi bahagia menurut psikologi.

Dilansir dari Geediting.com pada Jumat (18/7), diterangkan bahwa terdapat tujuh kunci kebahagiaan dalam hidup yang tidak selalu tentang uang menurut psikologi.

1. Pentingnya Hubungan Sosial yang Kuat

Berdasarkan studi panjang Harvard selama 80 tahun, hubungan sosial yang kuat terbukti menjadi prediktor terbesar dari kehidupan yang bahagia dan sehat. Kualitas hubungan ternyata jauh lebih penting daripada kuantitas, dimana beberapa teman dekat yang memiliki hubungan mendalam lebih berharga dibandingkan ratusan kenalan biasa.

Memiliki orang-orang yang benar-benar memahami, merayakan keberhasilan, dan mendukung saat masa sulit adalah sesuatu yang tak ternilai harganya. Jika kamu merasa kurang bahagia, mulailah dengan memperkuat hubungan yang ada, menghubungi teman lama, atau menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga.

2. Menemukan Tujuan dan Makna Hidup

Bangun tidur dengan memiliki tujuan hidup yang jelas dapat mengubah segalanya dalam hidup kita. Riset menunjukkan bahwa orang-orang yang merasa hidupnya memiliki tujuan cenderung lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih tangguh dalam menghadapi tantangan.

Tujuan hidup tidak harus berarti mengubah dunia, bisa sesederhana menemukan kepuasan dalam pekerjaan, membesarkan keluarga, berkarya seni, atau membantu orang lain. Yang terpenting adalah melakukan sesuatu yang membuat hidup terasa memiliki arah dan makna.

3. Pengembangan Diri dan Pembelajaran Berkelanjutan

Terjebak dalam rutinitas yang sama dapat menguras kebahagiaan, karena pada dasarnya manusia dirancang untuk mencari kemajuan, bukan hanya kenyamanan.

Penelitian membuktikan bahwa otak kita berkembang dengan hal-hal baru, dan ketika kamu menantang diri sendiri, mempelajari hal baru, atau mengembangkan keterampilan baru, hal ini meningkatkan kepercayaan diri dan membuat hidup lebih menarik.

Pengembangan diri tidak harus berarti kembali ke sekolah atau membaca buku pengembangan diri terus-menerus, bisa sesederhana mencoba hobi baru, belajar bahasa, atau keluar dari zona nyaman.

4. Rasa Syukur dan Cara Pandang

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore