
Terlihat tenang, tapi belum tentu baik-baik saja. Kenali emosimu agar lebih mudah dikelola. (Freepik)
JawaPos.com - Di tengah tekanan pekerjaan, tugas rumah tangga, ekspektasi sosial, dan berbagai tantangan hidup lainnya, tidak sedikit orang yang merasa seperti “meledak” ketika hari-harinya berjalan begitu berat.
Tidak semua orang memiliki ruang untuk rehat panjang atau liburan instan. Namun, sebenarnya ada cara sederhana yang efektif untuk menghadapi hari yang berat dengan penuh tekanan dan itu berasal dari teknik psikologi.
Berbagai pendekatan psikologis terbukti mampu membantu seseorang mengelola stres, menenangkan diri, dan mengembalikan rasa kendali dalam hidup.
Bukan hanya dalam dunia terapi, teknik ini juga semakin banyak dibagikan oleh psikolog maupun content creator di sosial media untuk membantu masyarakat menghadapi hari yang buruk tanpa merasa kewalahan.
Dikutip dari laman Psychologytoday.com dan Numberanalytics.com, terdapat 7 teknik psikolog yang dapat membuat hari berat terasa lebih ringan. berikut beberapa teknik psikologi yang bisa langsung diterapkan:
Teknik ini dikenal sebagai grounding method untuk mengurangi kecemasan dan membantu kamu kembali ke saat ini.
Cara melakukannya:
Teknik ini bekerja dengan cara menstimulasi panca indera agar otak berhenti memikirkan ketegangan berlebihan dan kembali ke realita saat ini.
Alih-alih menahan atau menyangkal emosi, coba beri nama pada perasaan yang muncul. Misalnya: “Aku sedang marah”, “Aku merasa kecewa”, atau “Aku cemas karena belum menyelesaikan pekerjaan”.
Affect labeling atau emotional labeling adalah strategi regulasi emosi yang efektif karena mampu mengurangi aktivitas amigdala, yaitu pusat emosi di otak dan merangsang korteks prefrontal yang terlibat dalam logika dan kontrol. Hal ini menurunkan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sehingga membantu menenangkan sistem saraf dan mengatur intensitas emosi negatif.
Penelitian menunjukkan manfaat jangka panjangnya, selain menurunkan stres dan kecemasan, teknik ini meningkatkan kemampuan regulasi emosi, memperkuat daya tahan psikologis, serta meningkatkan fokus dan ketahanan mental.
Cara ini berasal dari metode relaksasi yang dikenalkan oleh Dr. Andrew Weil. Kamu bisa melakukannya kapanpun, caranya:
Latihan ini dapat membantu sistem saraf parasimpatis aktif dan membuat tubuh masuk ke mode relaksasi.
Daripada menyalahkan diri sendiri, ucapkan kalimat belas kasih seperti:
"Hari ini memang sulit, tapi aku sudah melakukan yang terbaik. Aku berhak istirahat."
Menurut psikolog klinis Kristen Neff, self-compassion adalah kunci untuk tidak tenggelam dalam rasa bersalah dan overthinking. Kamu bisa tulis kalimat ini di catatan harian atau ulangi di dalam hati.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
