Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Juli 2025 | 05.08 WIB

Orang yang Selalu Butuh Kepastian Biasanya Pernah Mengalami 7 Hal Ini di Masa Kecil

tujuh pengalaman masa kecil yang sering kali jadi akar kenapa seseorang tumbuh dengan kebutuhan konfirmasi. (Pexels.com) - Image

tujuh pengalaman masa kecil yang sering kali jadi akar kenapa seseorang tumbuh dengan kebutuhan konfirmasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Kamu mungkin punya teman yang suka kirim pesan tiga kali berturut-turut cuma buat nanya, “Kamu marah ya?” Atau rekan kerja yang terus-menerus minta validasi, padahal pekerjaannya sudah oke banget?

Mungkin itu juga kamu yang tidak bisa tenang sebelum ada kepastian, yang harus cek ulang segala hal hanya untuk merasa aman.

Kebiasaan cari kepastian ini sebenarnya bukan muncul begitu saja. Banyak orang yang tumbuh besar sambil membawa sisa-sisa ketidakpastian dari masa kecil

Dilansir dari VegOut, ada tujuh pengalaman masa kecil yang sering kali jadi akar kenapa seseorang tumbuh dengan kebutuhan konfirmasi yang besar di masa dewasa. Apakah kamu pernah mengalami salah satunya?

1. Orang Tua yang Emosinya Tidak Konsisten

Pernah pulang sekolah dan bertanya-tanya, “Hari ini orang tua lagi marah atau lagi baik?” Kadang mereka hangat dan perhatian, tapi di hari lain terasa jauh, sibuk, atau bahkan tidak peduli.

Anak-anak yang tumbuh dengan dinamika seperti ini belajar satu hal: cinta itu tidak pasti. Maka sejak kecil, mereka jadi ahli membaca suasana, mencari sinyal apakah hari ini aman untuk bercerita atau lebih baik diam.

Kebiasaan ini terbawa hingga dewasa. Ada kebutuhan terus-menerus untuk memastikan, "Apakah kita baik-baik saja?" setelah pertengkaran kecil. Bahkan urusan kerja pun bisa terasa tidak tenang tanpa ucapan, “Kerjaanmu sudah oke.”

2. Terlalu Sering Dikritik atau Dihukum Berlebihan

Kalau menumpahkan minuman langsung dimarahi karena “ceroboh”, atau dapat nilai B+ malah ditanya kenapa bukan A — hati-hati, itu bisa menanam benih ketakutan akan kesalahan.

Anak yang terus-menerus dikritik jadi tumbuh dengan suara batin yang galak. Setiap kesalahan kecil bisa terasa seperti bencana. Maka jadilah orang dewasa yang minta maaf karena telat lima menit atau panik karena lupa satu detail kecil di presentasi.

Mereka butuh kepastian terus, karena mereka tidak bisa mempercayai penilaian diri sendiri tentang apa yang sebenarnya serius dan apa yang tidak.

3. Tumbuh dengan Orang Tua yang Cemas Berlebihan

Orang tua yang cemas sering tidak sadar bahwa kecemasannya menular. Anak-anak menyerap itu seperti spons. 

Kalau ibunya selalu ngecek pintu lima kali sebelum tidur, atau ayahnya panik hanya karena mendung, anak-anak akan menyimpulkan bahwa dunia memang berbahaya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore