Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 15.32 WIB

Bukan Cuma Cerdas, Ini 3 Kebiasaan Orang dengan Otak Sehat dalam Mengatur Emosi agar Tetap Terkendali

Latihan mindfulness bantu otak tetap sehat dan emosi lebih stabil setiap hari. (Freepik) - Image

Latihan mindfulness bantu otak tetap sehat dan emosi lebih stabil setiap hari. (Freepik)

JawaPos.com- Mengalami emosi yang kuat adalah hal yang wajar dan sehat. Namun, kemampuan untuk mengatur emosi dan merespons dengan perilaku yang tepat adalah kunci kesejahteraan mental. Tanpa keterampilan ini, seseorang rentan terjebak dalam pusaran emosi negatif yang terus berulang.

Kurangnya regulasi emosi tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga bisa merusak hubungan sosial dengan orang lain. Untuk mengatasinya, dibutuhkan strategi khusus dan pendekatan terapi yang terfokus. 

Teknik seperti mindfulness, pernapasan dalam, hingga restrukturisasi kognitif kerap digunakan oleh mereka yang memiliki kondisi mental yang sehat dalam mengenali dan mengelola respons emosional mereka.

Dilansir dari Your Tango, orang dengan otak yang benar-benar sehat biasanya melakukan 3 hal berikut ini untuk membantu mengatur emosi mereka:

1. Tidak Terlalu Terikat untuk Selalu Benar

Salah satu langkah awal dalam mengatur emosi adalah melepaskan keterikatan untuk selalu merasa benar. Ketika kamu mulai mengurangi ego soal siapa yang paling benar, kamu akan membuka perspektif baru tentang dirimu dan orang lain.

Melihat berbagai sudut pandang membantu kamu memahami bahwa perasaan pun bisa saling bertentangan dan itu wajar. Pandangan luas ini membantu kamu memahami emosi dengan lebih jernih dan membuatmu menjadi pribadi yang lebih bijaksana dalam merespons situasi.

2. Menguasai Mindfulness

Mindfulness adalah kemampuan untuk hadir sepenuhnya dalam momen saat ini, dengan memperhatikan apa yang kamu rasakan dan pikirkan tanpa menghakimi. Ini adalah dasar dari kesadaran diri dan kenyamanan dalam menjalani hidup.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa mindfulness memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental dan fisik, termasuk dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi.

3. Melihat Kegagalan sebagai Proses Pertumbuhan

Bagi mereka yang punya otak sehat, kegagalan bukanlah akhir. Justru, kegagalan adalah bukti bahwa kamu berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru.

Saat kamu menjadi lebih sadar diri, lebih nyaman dengan emosi, dan lebih terbuka terhadap komunikasi, kamu akan lebih siap mengambil risiko dan belajar dari pengalaman. 

Kegagalan yang dipahami dengan baik bisa menjadi batu loncatan menuju kesuksesan yang sebelumnya tidak pernah kamu bayangkan.

Mengelola emosi bukan soal menahan perasaan, melainkan memahami dan menyalurkannya dengan cara yang tepat. Dengan menjadi lebih mindful, tidak terobsesi untuk selalu benar, dan melihat kegagalan sebagai bagian dari perjalanan, kamu bisa mengembangkan ketahanan emosional yang kuat fondasi penting bagi kesehatan mental dan kehidupan yang seimbang. (Sri Wahyuni)

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore