
Bolehkah Pindah Rumah atau Bangun Rumah di Bulan Safar? Ini Kata Primbon Jawa (Freepik)
JawaPos.com - Setiap bulan dalam penanggalan Jawa tidak hanya sekadar penanda waktu, tetapi juga dipercaya memiliki karakter dan pengaruh tersendiri terhadap kehidupan manusia.
Bulan Safar, misalnya, dikenal memiliki sifat yang condong pada keheningan dan pembatasan aktivitas besar. Namun, apakah semua kegiatan benar-benar harus dihindari?
Melalui video di kanal Sabdaning Ratu, dibahas tuntas apa saja aktivitas yang masih dianggap baik dilakukan pada bulan Safar, terutama terkait pindah rumah dan mendirikan rumah.
Bagi kamu yang sedang dalam proses pindahan atau pembangunan, simak dulu baik-baik penjelasannya berikut ini.
1. Pindah Rumah Justru Disarankan
Meskipun bulan Safar sering dihindari untuk banyak hal, namun berbeda halnya dengan aktivitas pindah rumah. Menurut primbon Jawa, wataknya adalah “becik akeh janmo wedi asih” yang berarti penghuni rumah baru akan disegani, dihormati, dan disukai oleh banyak orang. Jadi, bagi kamu yang berencana pindahan, ini justru bisa menjadi awal yang baik.
Namun, perlu diperhatikan pula arah tempat tujuan. Dalam tradisi Jawa dikenal arah nogo dina dan jati ngarang. Pada bulan Safar, arah yang sebaiknya dihindari untuk pindahan adalah Naga Bulan: arah Kulon (barat), Naga tahun: arah Lor (utara), Jati ngarang: arah Wetan (timur)
2. Mendirikan Rumah, Masih Bisa Dilakukan
Berbeda dari hajatan pernikahan atau acara besar lainnya, mendirikan rumah di bulan Safar masih diperbolehkan. Bahkan, orang yang membangun rumah di bulan ini akan sering didatangi banyak kerabat, sehingga suasana rumah menjadi hidup dan penuh kebersamaan. Namun tetap disarankan untuk menyesuaikan hari baik dan arah bangunan sesuai anjuran primbon agar energi positif dalam rumah bisa maksimal.
Bulan Safar memang sering disebut sebagai bulan yang penuh pembatasan, namun bukan berarti semua kegiatan harus dihentikan. Ada beberapa aktivitas yang justru mendapatkan keberkahan jika dilakukan dengan cara dan waktu yang tepat.
Seperti dijelaskan oleh Sabdaning Ratu, selama kita bijak dalam memilih waktu dan arah, pindah rumah maupun membangun rumah tetap bisa membawa energi baik. Kuncinya adalah memahami ilmu warisan leluhur tanpa melupakan kehendak Tuhan sebagai penentu utama.
Semoga artikel ini bisa menjadi referensi yang bermanfaat bagi kamu yang sedang merencanakan langkah besar di bulan Safar. Ingat, segala sesuatu akan indah pada waktunya jika disertai dengan niat yang baik dan usaha yang sungguh-sungguh.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
