Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Juli 2025 | 23.12 WIB

Ini Hal-Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Bulan Safar Menurut Primbon Jawa

Ilustrasi bulan Suro (freepik/wirestock) - Image

Ilustrasi bulan Suro (freepik/wirestock)

JawaPos.com - Dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa, setiap bulan dalam kalender Jawa memiliki karakter dan energi tersendiri. Salah satu bulan yang cukup dikenal memiliki aura khusus adalah bulan Safar.

Bukan tanpa alasan, menurut primbon Jawa, bulan ini diyakini sebagai masa yang kurang baik untuk melakukan berbagai aktivitas besar.

Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal youtube Sabdaning Ratu, yang dikenal aktif membahas spiritualitas dan ilmu titen Jawa, secara rinci watak bulan Safar dan berbagai hal yang sebaiknya dihindari.

Pengetahuan ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi justru menjadi bekal agar kita lebih berhati-hati dalam melangkah. Berikut hal-hal yang sebaiknya dihindari saat bulan safar menurut primbon Jawa.

1. Hajatan Pernikahan Tidak Disarankan: Dalam primbon Jawa, bulan Safar dianggap kurang baik untuk menyelenggarakan pernikahan. Jika tetap dilakukan, dikhawatirkan kehidupan rumah tangga pasangan tersebut akan banyak diliputi utang dan kekurangan secara ekonomi. Oleh karena itu, disarankan untuk mencari bulan lain yang lebih mendukung secara energi spiritual.

2. Bercocok Tanam di Bulan Safar, Awalnya Baik Tapi Akhirnya Gagal: Bagi para petani, penting untuk mencatat bahwa bulan Safar bukan waktu yang tepat untuk mulai bercocok tanam. Meski awalnya tanaman terlihat tumbuh baik, namun menurut Sabdaning Ratu, pada akhirnya hasil panen akan mengecewakan dan bahkan bisa menyebabkan kerugian modal.

3. Hindari Menggelar Hajatan di Tanggal-Tanggal Naas: Primbon Jawa juga mencatat beberapa tanggal Jawa yang sebaiknya dihindari untuk acara besar, seperti tanggal 6 (naas tahun), tanggal 11 dan 26 (sangar bulan), serta tanggal 20 (padewan dan Rebo Wekasan). Acara penting yang dipaksakan tetap digelar pada tanggal-tanggal tersebut bisa membawa energi negatif bagi pemilik hajat.

Percaya atau tidak, ajaran primbon Jawa adalah warisan kearifan lokal yang telah ada selama berabad-abad. Dalam konteks bulan Safar, ada baiknya kita lebih berhati-hati dan menghindari kegiatan besar yang bisa berdampak panjang. Terlebih, Safar tahun ini bertepatan dengan bulan Sunyo, yang menurut Sabdaning Ratu berarti “hening” atau “kosong”, dan membuat semua energi baik dari aktivitas apapun ikut terserap sunyi.

Menunda bukan berarti gagal, tapi justru bisa menjadi cara untuk melangkah lebih bijak. Semoga wawasan ini bisa menambah kehati-hatian kita dalam merancang hidup, tanpa melupakan bahwa segala yang terjadi tetap atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore