Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juli 2025 | 05.28 WIB

Jika Kamu Tak Lagi Merasa Bersemangat terhadap Sesuatu, Mungkin Tanpa Sadar Kamu Sering Melakukan 8 Kebiasaan Ini

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Suatu pagi, seseorang bisa saja menatap secangkir kopi yang setengah habis, lalu bertanya-tanya: sudah berapa lama pagi-pagi terasa hampa tanpa sedikit pun antusiasme yang nyata?

Momen hening seperti itu kadang menjadi panggilan untuk bangun. Bukan bangun secara fisik tapi secara emosional. 

Sebab saat kegembiraan memudar, hidup tetap berlanjut hanya saja terasa lebih sunyi. Lebih datar. Seperti sedang berjalan, tapi lupa ke mana arah tujuannya.

Jika belakangan ini hari-hari terasa hambar, itu bukan hal aneh. Banyak orang yang dulunya penuh semangat, sekarang berada dalam fase yang sulit dijelaskan—sejenis kekosongan tenang yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Masalahnya, tanda-tandanya sering begitu halus hingga dianggap remeh. Disebut hanya “kelelahan biasa” atau “masa sibuk.” Padahal bisa jadi lebih dalam dari itu.

Dilansir dari The Vessel, berikut delapan perilaku yang kerap muncul saat semangat perlahan menghilang. Coba lihat, mungkin ada satu-dua yang terasa akrab. Ini bukan tuduhan. Ini undangan untuk kembali menyulut percikan.

1. Menukar Pagi Hari dengan Tombol Tunda

Saat alarm berbunyi, bukannya meregangkan tubuh dan bangkit, tangan malah secara refleks menekan tombol snooze—satu kali, dua kali, bahkan lebih.

Kebiasaan ini ternyata bukan hanya soal malas bangun. Peneliti menemukan bahwa kebiasaan tertidur lagi dapat mengganggu siklus tidur dan menurunkan kewaspadaan di siang hari.

Dulu, pagi terasa seperti lembaran baru. Sekarang, lebih mirip negosiasi diam-diam dengan diri sendiri.

Trik sederhana seperti meletakkan ponsel jauh dari tempat tidur bisa membantu. Saat tubuh dipaksa bergerak, emosi pun sering ikut terpicu.

2. Mengisi Keheningan dengan Scrolling Tanpa Henti

Waktu tunggu di halte, waktu istirahat, bahkan waktu menjelang tidur—semuanya jadi kesempatan untuk membuka layar.

Masalahnya, penggunaan media sosial yang berlebihan justru membuat sistem penghargaan di otak jadi tumpul. Semakin sering menggulir, semakin hampa rasanya ketika offline.

Coba sesekali tukar kebiasaan ini dengan latihan sederhana: lihat lima warna, dengar empat suara, rasakan tiga tekstur, cium dua aroma, dan identifikasi satu rasa.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore