Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Juni 2025 | 02.30 WIB

Mau Awet Muda dan Energi Sepanjang Hari? Coba Hidup Tanpa Gula, Ini 9 Manfaat Jika Kamu Berhenti Mengonsumsi Gula Menurut Penelitian

Ilustrasi mengkonsumsi gula tambahan (Jcomp/Freepik) - Image

Ilustrasi mengkonsumsi gula tambahan (Jcomp/Freepik)

JawaPos.Com - Siapa yang tidak ingin tampil lebih muda, bersemangat sepanjang hari, dan bebas dari berbagai penyakit kronis? Gaya hidup sehat sering dikaitkan dengan olahraga dan makan sayur, tapi ada satu langkah sederhana yang sering terlupakan: berhenti mengonsumsi gula tambahan. Meskipun gula kerap menjadi bagian dari makanan sehari-hari mulai dari kopi pagi hingga camilan sore terlalu banyak mengkonsumsinya bisa menjadi bumerang bagi kesehatan.

Menariknya, manfaat berhenti konsumsi gula tidak hanya terlihat dalam jangka panjang. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa mengurangi atau menghentikan asupan gula dapat memberikan efek positif secara drastis, baik untuk kesehatan fisik maupun mental. Tak heran jika semakin banyak orang yang mulai menerapkan pola makan rendah gula demi hidup yang lebih panjang dan berkualitas.

Dilansir dari laman Eating Well berhenti mengkonsumsi gula tambahan pada makanan dan minuman tidak hanya terlihat awet muda, namun ada sembilan manfaat lainya yang bisa kamu dapatkan. Dalam artikel ini, kita akan mengulas 9 manfaat utama yang terbukti secara ilmiah saat kamu berhenti mengonsumsi gula tambahan. Mulai dari manfaat untuk kesehatan otak, kulit, jantung, hingga berat badan.

Mudah Menurunkan Berat Badan

Menikmati makanan yang sama tanpa tambahan gula secara otomatis menurunkan total asupan kalori harian kamu, tanpa harus mengurangi porsi makan. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula tambahan secara berlebihan merupakan salah satu penyebab utama kelebihan berat badan dan obesitas.

Dengan mengganti makanan dan minuman tinggi gula seperti minuman manis, sereal sarapan, dan yogurt kemasan dengan versi rendah atau tanpa gula tambahan, dirimu bisa menghemat ratusan kalori setiap hari. Langkah sederhana ini tidak hanya mendukung proses penurunan berat badan, tetapi juga membantu mempertahankannya dalam jangka panjang.

Mengurangi Resiko Diabetes

Penelitian telah menunjukkan bahwa asupan gula yang tinggi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan berat badan faktor utama yang terkait erat dengan resistensi insulin dan gangguan pengendalian kadar gula darah. Dengan mengurangi konsumsi gula tambahan pada makanan dan minuman adalah langkah penting untuk mengurangi resiko diabetes tipe 2.

Membatasi bahkan berhenti mengkonsumsi gula menurut penelitian bermanfaat dalam menjaga berat badan ideal, tetapi juga melindungi tubuh dari ancaman diabetes. Studi sistematis dan meta-analisis menunjukkan bahwa mengganti minuman manis tinggi kalori dengan alternatif rendah atau tanpa kalori seperti air putih atau air soda berkontribusi pada penurunan berat badan dan lemak tubuh.

Lebih Awet Muda

Gula berlebih dalam makanan dapat mempercepat proses penuaan kulit melalui pembentukan Advanced Glycation End Products (AGEs), yaitu senyawa berbahaya yang terbentuk saat gula berlebih menempel pada protein di tubuh. AGEs ini merusak kolagen dan elastin dua komponen utama yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis sehingga mempercepat munculnya kerutan dan membuat kulit tampak kusam dan menua lebih cepat.

Manfaat jika kamu berhenti mengkonsumsi makanan dan minuman tinggi gula serta menjaga glukosa darah tetap stabil dirimu bisa memperlambat pembentukan AGEs. Jika ingin lebih awet muda mengkonsumsi buah serta sayuran segar yang kaya antioksidan, kamu bisa membantu tubuh melawan penuaan sehingga kulit tampak lebih sehat, cerah dan awet muda.

Tidak Mudah Sakit

Konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula telah terbukti memicu peradangan kronis tingkat rendah, yang menjadi akar dari berbagai penyakit serius seperti radang sendi, gangguan pencernaan, sindrom metabolik, hingga gangguan autoimun. Sebuah penelitian besar yang melibatkan lebih dari 5.000 orang dewasa menemukan bahwa konsumsi minuman manis secara rutin pada individu dengan prediabetes berkaitan langsung dengan peningkatan kadar protein C-reaktif penanda utama peradangan dalam tubuh.

Namun jika kamu mulai berhenti mengkonsumsi gula, manfaatnya pada sistem kekebalan tubuh menjadi lebih seimbang dan efisien dalam melawan patogen sehingga dirimu tidak mudah sakit. Jadi, jika ingin hidup lebih sehat dan jarang sakit, mengurangi gula tambahan bisa menjadi langkah sederhana yang membawa dampak besar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore