
Generasi baru meredefinisi cinta lebih selektif, mandiri, dan tak lagi terpaku pada tradisi pernikahan. (freepik)
JawaPos.com- Hubungan asmara mengalami perubahan besar. Apa yang kita anggap sebagai hubungan ideal di masa lalu kini sudah bergeser drastis.
Bukan hanya berbeda dengan zaman orang tua atau kakek-nenek kita, bahkan hubungan 10 tahun lalu pun terasa sangat berbeda dibandingkan dengan sekarang.
Jika dulu pernikahan dianggap sebagai keharusan, kini kebebasan dan kemandirian justru menjadi sumber kebahagiaan bagi banyak orang.
Survei yang dilakukan oleh EliteSingles bersama futurolog asal Austria, Profesor Reinhold Popp, mengungkapkan delapan tren masa depan yang akan mengubah cara kita berhubungan dan menjalin cinta.
Dilansir dari Your Tango, berikut delapan tren hubungan masa depan yang patut diperhatikan:
Jika dulu banyak orang asal punya pasangan, generasi masa kini dan masa depan akan lebih berani menentukan syarat dan batasan.
Mereka memiliki daftar deal-breaker dan tak ragu untuk menolaknya. Kualitas hubungan menjadi lebih penting daripada status semata.
Hidup untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain. Itulah prinsip banyak orang saat ini.
Dalam survei, 40% responden mengaku enggan tinggal serumah dengan pasangan demi menjaga kemandirian dan mengejar tujuan pribadi.
Tinggal bersama bukan lagi standar hubungan ideal. Bahkan 60% responden lebih memilih hidup sendiri karena lebih bebas dan nyaman. Tidak harus berbagi tempat tidur pun dianggap sebagai kebebasan tersendiri.
Pernikahan tak lagi dianggap sebagai sarana bertahan hidup. Banyak orang menikah bukan karena keharusan atau tradisi, tetapi karena ingin merayakan cinta sebagai sebuah pengalaman hidup bukan karena tekanan sosial atau finansial.
Meskipun 85% responden masih percaya pada konsep satu pasangan seumur hidup, hanya 45% yang yakin itu mungkin terjadi.
Di masa depan, orang cenderung memiliki beberapa hubungan jangka pendek sepanjang hidupnya. Ini terutama berlaku bagi perempuan usia di atas 45 tahun.
Dulu, status lajang di usia 30-an atau 40-an kerap dipandang aneh. Kini, menjadi lajang di berbagai fase kehidupan sudah menjadi hal biasa. Melajang bukan lagi status yang perlu disembunyikan, melainkan pilihan sadar yang dihargai.
Kemajuan teknologi menjadikan aplikasi kencan sebagai sarana utama untuk mencari pasangan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
