
Pemakaian skincare secara berlapis tanpa pengawasan medis bisa sebabkan skin barrier rusak dan kulit jadi tipis. (Pexels)
JawaPos.com – Semakin banyak orang terobsesi dengan kulit glowing, semakin banyak pula yang menerapkan rutinitas skincare hingga 10 langkah lebih.
Namun, tren ini justru memicu masalah baru, kulit menjadi tipis dan sangat sensitif akibat pemakaian skincare berlebihan.
Fenomena yang kini dikenal dengan istilah over skincare syndrome, penggunaan skincare berlebihan yang menyebabkan kulit menjadi tipis,
Penting untuk memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba bahan-bahan baru.
Menurut jurnal Dermatology and Therapy 2023, lebih dari 38 persen pasien yang datang ke klinik dermatologi di Asia mengalami keluhan seperti kulit perih, kemerahan, dan mudah iritasi akibat penggunaan bahan aktif secara simultan tanpa jeda pemulihan.
Kombinasi retinol, AHA/BHA, vitamin C, dan eksfoliator fisik yang terlalu sering bisa mengikis lapisan pelindung kulit atau skin barrier, hingga akhirnya membuat epidermis menipis.
“Penggunaan skincare yang berlebihan dapat merusak skin barrier dan membuat kulit menjadi tipis. Konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk skincare sangat disarankan untuk memahami jenis kulit dan bahan yang tepat,” jelas dr. Clinton dalam podcast @kasisolusi.
Kulit yang menipis akibat skincare biasanya ditandai dengan, kemerahan kronis di pipi dan hidung, kulit terasa seperti terbakar setelah mencuci muka, muncul pembuluh darah halus, mudah mengelupas atau gatal meski tidak memakai produk eksfoliasi.
“Skincare adalah perjalanan yang memerlukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan kulit masing-masing dan konsultasi dengan dokter kulit lebih dianjurkan daripada hanya mengikuti trend influencer,” imbuh dr. Clinton.
Sebagian besar kasus disebabkan oleh penggunaan retinoid kuat atau peeling AHA tinggi secara terus-menerus tanpa pengawasan dokter kulit.
Bahkan, produk brightening dengan kadar arbutin atau hidrokuinon tinggi juga bisa menyebabkan efek serupa jika dipakai jangka panjang.
Perawatan kulit yang efektif juga bergantung pada jenis kulit masing-masing individu. Tipe kulit yang berbeda memerlukan perlakuan dan produk yang sesuai untuk hasil optimal. Berikut tips menghindari over skincare:
Kulit tipis akibat skincare berlebihan kini jadi masalah umum, terutama di kalangan muda yang terpapar tren TikTok atau Instagram.
Alih-alih kulit glowing, yang terjadi justru peradangan kronis dan kerusakan kulit jangka panjang.
Selalu pilih produk dengan bijak, pahami kebutuhan kulitmu, dan jangan ragu konsultasi ke dokter kulit.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
