
Penyuntikan filler ilegal bisa sebabkan infeksi parah. (Pexels.com)
JawaPos.com – Tren memperbesar payudara dan bokong dengan cara instan melalui suntikan filler kini makin marak di media sosial.
Janji bentuk tubuh ideal secara cepat dan tanpa operasi membuat prosedur ini makin diminati.
Namun, para dokter memperingatkan penyuntikan filler dalam jumlah besar bisa berujung pada komplikasi serius, bahkan kematian.
Dibalik hasil yang tampak instan dan menggoda, praktik ini menyimpan potensi komplikasi medis yang serius, bahkan bisa mengancam jiwa.
Menurut laporan dari Journal of Plastic and Reconstructive Surgery (2024), penyuntikan filler dalam jumlah besar ke area tubuh seperti bokong dan payudara sangat berisiko, terutama jika menggunakan bahan yang tidak terstandar seperti silikon cair atau hidrogel ilegal.
Penggunaan filler dalam volume besar bisa memicu peradangan kronis, infeksi jaringan lunak, migrasi filler ke organ lain, hingga emboli atau penyumbatan pembuluh darah.
“Penyuntikan filler dalam jumlah besar untuk area bokong dan payudara sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan komplikasi serius seperti emboli yang mengancam jiwa. Risiko kematian dapat terjadi meskipun kejadian tersebut tidak umum,” jelas dr. Tompi dalam podcast @kasisolusi.
Badan Kesehatan Dunia WHO, mengeluarkan peringatan sejak 2022 bahwa praktik penyuntikan filler non-medis untuk pembesaran payudara dan bokong merupakan tindakan berisiko tinggi.
Beberapa kasus di AS dan Asia Tenggara menunjukkan bahwa penggunaan silikon cair menyebabkan infeksi sistemik, kerusakan jaringan permanen, dan dalam beberapa kasus, kematian mendadak karena emboli paru.
“Penyuntikan filler berisiko tinggi karena banyaknya pembuluh darah besar di area yang disuntik, sehingga dapat menyebabkan emboli. Ini membuat prosedur sangat berbahaya,” jelas dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE, yang sering dipangil dr. Tompi.
Salah satu studi dari Aesthetic Surgery Journal 2023 menyebutkan, 31 persen pasien yang disuntik filler ilegal di bokong mengalami komplikasi dalam 1 tahun, termasuk abses, jaringan nekrosis, dan deformitas bentuk tubuh.
Lebih mengkhawatirkan, filler yang bermigrasi ke organ vital sulit diangkat secara tuntas.
Praktik ini kerap ditawarkan oleh klinik ilegal atau individu tanpa izin medis, dengan iming-iming hasil cepat dan biaya murah.
Padahal, prosedur ini seharusnya hanya dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik, dengan prosedur ketat dan alat medis steril.
“Komplikasi dari penyuntikan kosmetik dapat berakibat fatal jika tidak dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman, kesadaran akan risiko ini penting untuk menghindari kerusakan serius pada tubuh,” tambah dr.Tompi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
