Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Juni 2025 | 02.20 WIB

Bukan Sekadar Tempat Memasak, Begini Makna Filosofis Dapur yang Sesungguhnya Dalam Budaya Jawa

Ilustrasi menyimpan peralatan dapur agar tetap rapi. (Freepik)

JawaPos.com - Dalam kehidupan modern, dapur sering dianggap sekadar tempat memasak. Padahal, jika kita kembali ke akar budaya Jawa, dapur menyimpan filosofi mendalam yang menyentuh aspek spiritual dan energi kehidupan.

Tak hanya soal makanan, tapi juga tentang rezeki, keseimbangan batin, dan keteraturan rumah tangga.

Dapur yang terjaga kebersihannya dipercaya membawa berkah. Sebaliknya, dapur yang kotor dan sembarangan bisa menjadi sumber penghalang rezeki.

Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal youtube yang aktif membahas primbon jawa yakni, Ngaos Jawa, tradisi leluhur Jawa mengajarkan bahwa dapur adalah cerminan jiwa penghuni rumah.

Ungkapan “Dapur iku panguripan” (Dapur adalah sumber kehidupan) bukan hanya kiasan, melainkan pesan nyata bahwa keberlangsungan hidup bisa dilihat dari cara kita menjaga ruang ini. Lalu, apa saja hal yang memengaruhi rezeki dilihat dari dapur kita?

Pertama, kebersihan adalah syarat utama. Dapur yang bau, penuh sisa makanan, dan lemak di mana-mana adalah tempat favorit energi negatif. Kebersihan mencerminkan ketulusan dan kesiapan menerima berkah.

Kedua, niat dan emosi saat memasak juga sangat penting. Filosofi Jawa menyebut makanan sebagai spons energi.

Jika dimasak dengan marah atau emosi negatif, maka makanan tersebut bisa berdampak buruk pada psikologis keluarga yang mengonsumsinya.

Tak heran jika rumah tangga menjadi sering bertengkar, rezeki tersendat, atau kesehatan menurun.

Ketiga, posisi dan isi dapur juga punya pengaruh. Meletakkan barang rusak, tempat beras kosong, atau sampah dekat kompor dianggap bisa menghambat aliran energi positif.

Kompor sebagai simbol “api kehidupan” harus dijaga tetap bersih dan menyala dengan semangat.

Keempat, waktu memasak pun ada aturannya. Dalam budaya Jawa, memasak tengah malam antara pukul 12 hingga 3 pagi dianggap sebagai waktu “wingit” yang sebaiknya dihindari karena bisa membawa aura tidak baik.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore