
Foto Palet dan Kuas (Pexels/Steve Johnson)
JawaPos.com - Dewasa ini, sebagian besar anak muda terutama Gen Z (yang lahir dari 1997) lebih suka memiliki kehidupan yang seimbang dibandingkan terlalu fokus dengan pekerjaan.
Bagi mereka, lebih baik memiliki hidup seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi – yang juga disebut work life balance, daripada harus bekerja terus menerus dan tidak menikmati kehidupan yang hanya sekali.
Oleh karena itu, hobi sering kali menjadi alasan bagi gen z untuk tetap bisa menikmati work life balance tersebut. Namun, hobi yang seperti apa untuk membuat hidup tetap seimbang?
Dilansir dari laman Psychology Today, terdapat beberapa hobi yang bisa membantu mengatasi stres.
Berbeda dari sekadar menonton televisi yang hanya mendistraksi sejenak, melakukan hobi seperti kerajinan tangan dapat membuat kita menemukan potensi diri serta memacu adrenalin saat melakukannya.
Oleh karena itu, Jawa Pos telah rangkumkan 4 jenis hobi yang bisa dilakukan supaya hidup tetap work life balance!
Hobi agar Tetap Bersosial
Dikutip dari laman Dedication Health, terlibat dalam hobi sosial dapat menumbuhkan rasa memiliki dan meningkatkan kesehatan emosional dan psikologis.
Selain itu, manusia sebagai makhluk sosial sangat perlu memiliki komunitas atau kelompok. Misalnya dengan mengikuti kelas memasak, klub buku, dan komunitas seni. Selain mengisi waktu dengan cara yang bermanfaat, tentu saja rasanya lebih menyenangkan jika memiliki teman yang memiliki ketertarikan yang sama dengan kita.
Hobi yang Membuat Kita Keluar Ruangan
Terlalu lama berada di dalam rumah atau kantor tentu saja dapat membuat jenuh. Oleh karena itu, sangat penting memiliki hobi yang ‘memaksa’ kita untuk pergi ke luar ruangan.
Contohnya seperti berolahraga, berkebun, memancing, dan aktivitas lainnya yang membuat kita melihat dunia luar.
Selain membuat fisik tetap aktif, pergi ke luar ruangan juga membuat tubuh terpapar vitamin D yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Hobi yang Dapat Melatih Otak
Ketika masih berada di jenjang sekolah, tentu saja otak kita sering dipakai untuk belajar. Namun, seiring berjalannya waktu, jarang sekali otak diasah sehingga menyebabkan cepat melupakan sesuatu.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
