Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 15.11 WIB

Efek Psikologis Menonton Drama Korea, Antara Healing dan Delusi

Ilustrasi menonton drama Korea secara maraton atau binge-watching hingga begadang. (Freepik) - Image

Ilustrasi menonton drama Korea secara maraton atau binge-watching hingga begadang. (Freepik)

JawaPos.com - Fenomena menonton drama Korea secara maraton atau binge-watching kini telah menjadi kebiasaan populer di kalangan banyak orang.

Kisah-kisah penuh emosi, aktor menawan, dan plot yang menggugah menjadikan drama Korea bukan hanya sebagai tontonan biasa, melainkan pelarian dari kenyataan yang melelahkan.

Namun, di balik kesenangan yang ditawarkan, kebiasaan ini diam-diam membawa dampak psikologis yang cukup serius. Dari efek relaksasi yang bersifat menyembuhkan, hingga potensi menciptakan ekspektasi tak realistis dan gangguan tidur.

Berikut telah tim JawaPos.com rangkumkan beberapa efek psikologis dari kebiasaan menonton drama Korea, baik dampak positif maupun negatif.

Dampak Positif: Hiburan dan Relaksasi

Menonton drama Korea dapat menjadi sarana untuk melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari yang penuh tekanan.

Aktivitas ini dapat menciptakan ruang aman emosional di mana penonton bisa sejenak melepaskan beban pikiran dan merasa lebih rileks.

1. Mengurangi Kecemasan dan Stres

Menurut Alodokter, menonton film atau drama dapat membantu seseorang merasa lebih tenang dan tidak cemas, terutama sebelum menjalani tindakan medis tertentu.

Ketika seseorang menyaksikan tayangan hiburan, seperti drama atau film, tubuh secara alami akan melepaskan hormon dopamin dan endorfin.

Kedua zat tersebut berperan penting dalam meningkatkan suasana hati, memberikan perasaan senang, serta membantu meredakan ketegangan.

Hal ini menunjukkan bahwa drama Korea dapat menjadi hiburan yang membuat tingkat stres cenderung menurun, dan penonton merasa lebih rileks dan nyaman secara emosional.

2. Meringankan Masalah Psikologis

Menonton film, termasuk drama Korea, juga telah terbukti bermanfaat sebagai bentuk terapi tambahan bagi seseorang yang tengah menghadapi berbagai gangguan psikologis.

Beberapa di antaranya meliputi kecemasan, depresi, serangan panik, fobia sosial, gangguan citra tubuh, gangguan makan, hingga trauma emosional.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore