Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 18.04 WIB

6 Cara Efektif Melunasi Utang Konsumtif Sampai Lunas, Simak!

illustrasi menghitung uang (Freepik) - Image

illustrasi menghitung uang (Freepik)

 

JawaPos.com - Perkara utang piutang, bagi beberapa orang hal ini menjadi kebiasaan yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun tidak ada yang menginginkannya, namun desakan dan tekanan dari kebutuhan sering kali membuat beberapa orang kewalahan. Apalagi pengajuan pinjaman online dan pay later, dewasa ini sangat mudah disetujui dan membuat orang-orang semakin mudah mendapatkan pinjaman. 

Alhasil, kini makin banyak masyarakat yang merasa kesulitan untuk melunasi hutang dengan berbagai alasan. Mulai dari biaya hidup yang terus meningkat atau pengeluaran biaya yang mendadak. Namun, hutang tetap harus dibayar apapun kondisinya.

Kondisi tersebut membuat utang terus menumpuk karena biaya bunga yang setiap hari bertambah. Melunasi utang menjadi tantangan yang serius terutama Ketika kondisi keuangan tidak stabil.

Melansir dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), berikut beberapa tips dan strategi efektif yang dapat membantu untuk melunasi hutang konsumtif.

1. Buat Rencana Keuangan Secara Jelas

Penting untuk mengelola segala pendapatan dan pengeluaran dengan rencana keuangan yang komprehensif dan realistis. Memiliki uang ekstra yang bisa dimanfaatkan untuk membayar utang yang sudah telanjut menumpuk ini. Bahkan jumlah kecil pun bisa mencegah terjerat utang lain jika muncul pengeluaran tak terduga.

Jadi, buatlah catatan keuangan yang rapi, jika sampai saat ini belum memilikinya. Mulai catat secara riil, berapa penghasilan dan berapa pengeluaran secara rutin dalam periode tertentu.

Kemudian buatlah daftar utang apa saja yang masih belum lunas dengan lengkap dan terperinci. Pembuatan daftar utang dapat berguna untuk menentukan skala prioritas pelunasan. Mana yang sebaiknya segera dibayar, dan mana yang masih bisa ditunda. Daftar tersebut sebaiknya mencakup tanggal jatuh tempo, jumlah suku bunga, atau besaran denda.

2. Mengurangi Pengeluaran Konsumtif

Untuk bisa melunasi utang dengan cepat harus mampu menahan laju pengeluaran. Artinya, cobalah untuk mengurangi pengeluaran, seperti layanan streaming, memesan makanan secara online, atau pengeluaran konsumtif lainnya.

Atur kembali semuanya, dan hanya hidup dengan bujet minimalis. Jika ingin membayar utang hingga lunas, memang harus ada beberapa hal yang dikorbankan dalam pengeluaran.

3. Berhenti Membuat Utang Baru

Setelah menyadari utang yang menumpuk, jangan menambah utang yang baru.

Misalnya segera jauhkan kartu kredit, dan jangan buka aplikasi pinjol. Dengan begitu, dapat fokus mengelola pembayaran utang yang harus disegerakan.

Hindari gali lubang tutup lubang. Utang yang sudah menumpuk memang membuat pusing saat ini. Namun, tidaklah benar jika harus meminjam dana lain untuk melunasi utang sekarang. Hal ini hanya akan membuat Anda terus berada di lingkaran setan.

4. Cari Pekerjaan Sampingan untuk Meningkatkan Penghasilan

Mengumpulkan penghasilan tambahan dapat meningkatkan potensi untuk dapat membayar utang. Dengan pendapatan tambahan, utang akan semakin cepat terlunasi. Apabila pendapatan dari pekerjaan tidak dapat membantu, maka coba cari pekerjaan sampingan.

Ada banyak alternatif untuk bisa menambah penghasilan di zaman sekarang. Mulai dengan mencari lowongan freelancer, atau pekerjaan lain yang bisa dilakukan selagi melakukan pekerjaan utama.

Berdagang produk-produk yang sekiranya dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar juga menjadi pilihan untuk bisa menghasilkan pendapatan tambahan. Solusi lainnya adalah dengan menjual beberapa barang bekas yang masih dapat digunakan.

5. Cari Metode Pembayaran yang Sesuai

Membayar utang hingga lunas adalah kewajiban dan membutuhkan komitmen. Hal ini harus bisa menemukan metode pembayaran yang sesuai. Ada beberapa metode pelunasan utang yang dapat Anda gunakan.

      1. Metode Bola Salju Utang (Debt Snowball)

           Dengan taktik ini, menempatkan semua uang ekstra yang tersedia untuk membayar hutang terkecil terlebih dahulu. Cara ini dapat menyusutkan utang yang menumpuk dari berbagai sumber dengan membayar mulai dari utang dengan jumlah terkecil hingga yang terbesar.

Dengan kata lain, metode ini meminta untuk memprioritaskan utang yang terkecil.

        2. Metode Longsoran Utang (Debt Avalanche)

            Metode ini digunakan bagi mereka yang memprioritaskan keluar dari jerat utang dengan cepat dan efisien. Dengan strategi ini, berfokus melunasi utang dengan tingkat bunga tertinggi terlebih dahulu.

Metode ini fokus untuk melunasi utang berdasarkan suku bunga tertinggi. Dengan begitu, seiring melunasi utang, jumlah bunga total yang harus dibayarkan juga akan lebih sedikit.

        3. Melakukan konsolidasi utang

             Menggabungkan banyak utang menjadi satu pembayaran dapat dilakukan dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Hal ini yang disebut konsolidasi utang, yang akan memungkinkan dapat membuat utang lebih mudah dikelola dan lebih murah secara keseluruhan.

Semakin sedikit harus membayar bunga, semakin banyak uang yang dapat digunakan untuk melunasi yang lain. Konsolidasi utang dapat digunakan, namun harus memiliki skor kredit yang baik agar memenuhi syaratnya. Silakan cek dengan pihak pemberi pinjaman, untuk mengonfirmasi syarat-syaratnya ya.

6. Take Over Kredit

Solusi terakhir ini dapat digunakan apabila utang termasuk ke dalam utang jangka panjang, seperti membeli mobil, rumah atau lainnya.

Take over kredit artinya menjual kembali barang tersebut walaupun masih cicilan. Dengan begitu bisa terbebas dari utang dan berkesempatan untuk mendapat uang tambahan dari penjualan tersebut.

Demikianlah beberapa trik dan strategi yang bisa Anda lakukan agar dapat segera membayar utang yang menumpuk secara efektif.

Satu hal yang harus diperhatikan bahwa penting untuk menyadari kemampuan finansial diri sendiri. Ketika meminjam dana dan berutang memang demi bisa mendapatkan tambahan dana, karena dana kita sendiri terbatas.

Namun, bukan berarti meminjam dana dengan sembarangan, tanpa memperhitungkan pengembaliannya. Justru, seharusnya hanya meminjam dana karena kita yakin mampu mengembalikannya hingga lunas.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore