
Ilustrasi sistem kerja hybrid dari rumah. (Freepik)
JawaPos.com - Sistem kerja hybrid kini telah menjadi tren, terutama di banyak perusahaan di seluruh dunia. Sistem kerja hybrid ini merupakan kombinasi antara bekerja dari rumah (remote) dan di kantor (onsite).
Banyak perusahaan yang mulai mengadopsi sistem ini secara permanen karena dianggap memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada para pekerja tanpa mengorbankan produktivitas.
Meski menawarkan fleksibilitas bagi para pekerja, muncul pertanyaan penting: apakah sistem ini benar-benar mampu menciptakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, atau justru menimbulkan tantangan baru bagi para pekerja?
Manfaat Nyata dari Sistem Hybrid terhadap Work-Life Balance
1. Fleksibilitas Waktu dan Lokasi
Salah satu keuntungan utama dari bekerja dengan sistem hybrid adalah fleksibilitas. Karyawan dapat memilih kapan dan di mana mereka merasa paling produktif.
Hal tersebut memungkinkan mereka untuk menyesuaikan waktu kerja dengan kehidupan pribadi, seperti mengantar anak sekolah, olahraga di pagi hari, atau menghindari kemacetan panjang.
Melansir dari laman Gallup Workplace, setidaknya terdapat sekitar 54 persen karyawan mengatakan bahwa fleksibilitas waktu kerja merupakan faktor utama dalam meningkatkan kepuasan kerja mereka.
2. Waktu Komuter yang Berkurang
Waktu tempuh dari dan ke kantor sering kali menjadi salah satu sumber stres utama bagi para pekerja.
Dengan adanya sistem kerja hybrid ini, waktu yang seharusnya digunakan untuk perjalanan dari atau ke kantor dapat dialokasikan untuk kegiatan lain, seperti memasak, membaca, atau menghabiskan waktu bersama keluarga.
Dalam studi oleh The Guardian, disebutkan bahwa setidaknya terdapat 75 persen responden yang merasa lebih sehat dan produktif karena tidak perlu melakukan perjalanan harian ke kantor mereka.
3. Peningkatan Kesehatan Mental
Dengan ritme kerja yang lebih fleksibel, dapat menurunkan tingkat stres karyawan menjadi lebih rendah. Selain itu, mereka juga merasa lebih memiliki kontrol lebih atas waktu mereka, yang sangat penting untuk kesejahteraan mental.
Mengutip dari salah satu penelitian berjudul 'The Effect of Employee-Oriented Flexible Work on Mental Health: A Systematic Review' dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, disimpulkan bahwa kontrol waktu kerja yang tinggi berhubungan dengan risiko depresi yang lebih rendah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
