Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 16.27 WIB

Work-Life Balance di Dunia Hybrid: Mitos atau Kenyataan?

Ilustrasi sistem kerja hybrid dari rumah. (Freepik) - Image

Ilustrasi sistem kerja hybrid dari rumah. (Freepik)

JawaPos.com - Sistem kerja hybrid kini telah menjadi tren, terutama di banyak perusahaan di seluruh dunia. Sistem kerja hybrid ini merupakan kombinasi antara bekerja dari rumah (remote) dan di kantor (onsite).

Banyak perusahaan yang mulai mengadopsi sistem ini secara permanen karena dianggap memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada para pekerja tanpa mengorbankan produktivitas.

Meski menawarkan fleksibilitas bagi para pekerja, muncul pertanyaan penting: apakah sistem ini benar-benar mampu menciptakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, atau justru menimbulkan tantangan baru bagi para pekerja?

Manfaat Nyata dari Sistem Hybrid terhadap Work-Life Balance

1. Fleksibilitas Waktu dan Lokasi

Salah satu keuntungan utama dari bekerja dengan sistem hybrid adalah fleksibilitas. Karyawan dapat memilih kapan dan di mana mereka merasa paling produktif.

Hal tersebut memungkinkan mereka untuk menyesuaikan waktu kerja dengan kehidupan pribadi, seperti mengantar anak sekolah, olahraga di pagi hari, atau menghindari kemacetan panjang.

Melansir dari laman Gallup Workplace, setidaknya terdapat sekitar 54 persen karyawan mengatakan bahwa fleksibilitas waktu kerja merupakan faktor utama dalam meningkatkan kepuasan kerja mereka.

2. Waktu Komuter yang Berkurang

Waktu tempuh dari dan ke kantor sering kali menjadi salah satu sumber stres utama bagi para pekerja.

Dengan adanya sistem kerja hybrid ini, waktu yang seharusnya digunakan untuk perjalanan dari atau ke kantor dapat dialokasikan untuk kegiatan lain, seperti memasak, membaca, atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

Dalam studi oleh The Guardian, disebutkan bahwa setidaknya terdapat 75 persen responden yang merasa lebih sehat dan produktif karena tidak perlu melakukan perjalanan harian ke kantor mereka.

3. Peningkatan Kesehatan Mental

Dengan ritme kerja yang lebih fleksibel, dapat menurunkan tingkat stres karyawan menjadi lebih rendah. Selain itu, mereka juga merasa lebih memiliki kontrol lebih atas waktu mereka, yang sangat penting untuk kesejahteraan mental.

Mengutip dari salah satu penelitian berjudul 'The Effect of Employee-Oriented Flexible Work on Mental Health: A Systematic Review' dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, disimpulkan bahwa kontrol waktu kerja yang tinggi berhubungan dengan risiko depresi yang lebih rendah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore