
Ilustrasi seseorang merasa lelah terserap energi negatif. (Pexels)
JawaPos.com – Remaja ialah sekelompok usia yang sangat rentan untuk terpengaruh berbagai hal dari lingkungan sekitarnya.
Usia remaja juga menjadi usia yang sangat berambisi untuk mencari jati diri dan cenderung tidak bisa mengontrol emosi serta rentan terpapar oleh energi negatif.
Energi negatif inipun bisa saja timbul dari berbagai hal yang ada dilingkungan remaja, baik konflik keluarga, konflik pertemanan, hingga konflik asmara yang mungkin saja mereka alami.
Konflik-konflik tersebut akan memicu reaksi emosional yang berdampak besar ke diri remaja kedepannya, terutama psikologis.
Dilansir dari laman mentalhealth.com, energi negatif adalah kekuatan emosional yang menguras energi individu dan mengganggu interaksi.
Energi negatif berasal dari sikap, perilaku, atau interaksi sosial yang tidak menyenangkan, yang sering kali menimbulkan ketegangan, konflik, atau ketidaknyamanan.
Negativitas ini dapat menyebar dengan cepat, mempengaruhi kesejahteraan emosional, dan membentuk dinamika hubungan, tempat kerja, dan komunitas. Hal tersebut jugalah yang membuat seorang remaja menarik dirinya dari lingkungannya.
Mengapa Remaja Sangat Terpengaruh oleh Energi Negatif?
Dilansir dari antara.com, Psikolog menjelaskan bahwa remaja memiliki bagian otak prefrontal cortex belum berfungsi secara optimal saat usia ini sehingga tidak mengherankan apabila perilaku dan keputusan yang mereka lakukan lebih banyak dipengaruhi emosi.
Sumber Energi Negatif di Sekitar Remaja
Beberapa bentuk energi negatif yang paling umum ditemui remaja, antara lain:
- Perundungan dan tekanan sosial, baik secara langsung maupun melalui media sosial, bullying bisa membentuk seorang remaja dengan gangguan psikologis baik itu trauma maupun dendam berkepanjangan.
- Konflik keluarga, perselisihan yang terjadi dilingkungan keluarga ini akan memberikan banyak energi negatif pada anak dikarenakan keluarga yang seharusnya menjadi tempat ternyaman malah memberikan energi negatif.
- Tuntutan akademis, tuntutan akademis adalah hal yang paling umum menjadi masalah utama yang dialami remaja, tanpa disadari tuntutan akademis ini akan membuat remaja merasa tertekan.
Dampak Jangka Panjang Paparan Energi Negatif

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
