Ilustrasi berbohong.
JawaPos.com – Seseorang yang berbohong ternyata sering memperlihatkannya lewat bahasa tubuh. Biasanya, bahasa tubuh ini dilakukan secara spontan untuk menutupi kebohongannya.
Dalam dunia psikologi, ada beberapa bahasa tubuh yang bisa dikenali jika seseorang sedang berbohong pada lawan bicaranya. Dilansir Geediting, setidaknya ada tujuh tanda bahasa tubuh bahwa seseorang mungkin berbohong kepada Anda.
Kontak mata adalah salah satu aspek interaksi manusia yang rumit. Beberapa orang yang suka berbohong mungkin akan mengimbanginya secara berlebihan dan mempertahankan terlalu banyak kontak mata. Kuncinya di sini bukan terletak pada jumlah kontak mata, tetapi pada konsistensinya.
Frekuensi kedipan mata dapat memberi tahu banyak hal tentang apa yang terjadi di balik permukaan. Penelitian telah menunjukkan bahwa stres dan beban kognitif umum terjadi ketika seseorang berbohong, ini dapat menyebabkan peningkatan frekuensi kedipan mata.
Entah itu mengetukkan kaki, memutar rambut, atau terus-menerus membetulkan posisi duduk, orang yang berbohong kerap kali menunjukkan tanda-tanda gelisah. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh meningkatnya kecemasan dan beban kognitif yang muncul saat mencoba menjaga cerita mereka tetap konsisten.
Namun, perlu diketahui bahwa faktor-faktor seperti kegugupan, kegembiraan atau bahkan terlalu banyak kafein dapat menyebabkan seseorang gelisah.
Pernahkah Anda menyadari bahwa saat seseorang berbohong, ucapannya mungkin terdengar sedikit aneh? Bisa jadi mereka berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat, gagap, atau bahkan mengulang-ulang frasa.
Ini dapat menjadi tanda yang jelas bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Melacak kebohongan, menjaga konsistensi, dan berusaha tidak ketahuan dapat menyebabkan pola bicara yang tidak biasa ini.
Sering menyentuh wajah, terutama sekitar mulut, terkadang dapat mengindikasikan bahwa seseorang tidak bersikap tulus. Namun, orang mungkin menyentuh wajah mereka karena sejumlah alasan seperti gatal, tidak nyaman, atau bahkan kebiasaan, jadi sebaiknya tetap waspada.
Bahasa tubuh dapat menjadi aspek komunikasi manusia yang sangat terbuka. Saat seseorang berbohong, mereka mungkin secara tidak sadar mengambil posisi defensif, entah menyilangkan tangan atau kaki, menjauhkan diri, atau membuat penghalang fisik dengan benda seperti tas atau meja.
Sikap bertahan ini dapat menjadi respons bawah sadar terhadap perasaan terancam atau terpojok. Saat berbohong, seseorang mungkin merasa rentan ketahuan dan secara naluriah mencoba melindungi diri sendiri.
Hal terpenting yang dapat Anda perhatikan adalah ketidaksesuaian antara apa yang dikatakan seseorang dan apa yang disampaikan bahasa tubuhnya. Bila perkataan dan tindakan seseorang selaras, itu merupakan indikasi kuat bahwa mereka berkata jujur.
Akan tetapi, jika seseorang memberi tahu Anda bahwa mereka gembira dengan suatu proyek sementara ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya menunjukkan hal sebaliknya, hal ini perlu dipertanyakan

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
