Baca Juga: Berbagi Berkah Idul Fitri, Gubernur Khofifah Bagikan 1.500 Paket Sembako untuk WargaPsikolog Daniel Goleman, yang mempopulerkan konsep kecerdasan emosional, pernah mengatakan, “Belas kasih yang sejati berarti tidak hanya merasakan penderitaan orang lain, tetapi juga tergerak untuk membantu meringankannya.”
Namun, orang yang sangat egois tidak memiliki dorongan tersebut. Mereka mengabaikan atau meremehkan perasaan orang lain, karena bagi mereka, kepentingan pribadi selalu menjadi prioritas.
2. Hanya Menghubungi Saat Membutuhkan SesuatuPernahkah Anda memiliki teman yang hanya muncul saat mereka membutuhkan bantuan? Ini adalah tanda klasik dari seseorang yang egois. Mereka mungkin tampak ramah dan perhatian, tetapi setiap interaksi mereka selalu memiliki motif tersembunyi.
Psikolog Carl Rogers mengatakan, “Ketika seseorang sungguh-sungguh mendengarkan Anda tanpa menghakimi, tanpa mencoba mengambil tanggung jawab atas Anda, tanpa mencoba membentuk Anda, rasanya sangat menyenangkan.”
Sayangnya, orang yang egois tidak mendengarkan atau terhubung kecuali ada keuntungan bagi mereka. Mereka hanya melihat orang lain sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadi mereka.
3. Tidak Pernah Bertanggung JawabOrang yang egois adalah ahli dalam menghindari tanggung jawab. Mereka selalu menemukan cara untuk menyalahkan orang lain atas kesalahan mereka sendiri. Jika terjadi sesuatu yang salah, mereka akan memutarbalikkan cerita atau mengecilkan peran mereka dalam situasi tersebut.
Alfred Adler, seorang psikolog terkenal, pernah mengatakan, “Lebih mudah memperjuangkan prinsip seseorang daripada mengamalkannya.”
Mereka yang egois menghindari tanggung jawab karena hal itu tidak nyaman. Mengakui kesalahan berarti tumbuh dan berkembang, tetapi pertumbuhan membutuhkan usaha—sesuatu yang tidak ingin mereka investasikan kecuali jika ada manfaat langsung bagi mereka.
4. Selalu Mengalihkan Perhatian ke Diri SendiriPernahkah Anda berbicara tentang sesuatu yang penting bagi Anda, tetapi kemudian lawan bicara Anda mengalihkan pembicaraan ke pengalaman mereka sendiri? Orang yang egois tidak tahan jika tidak menjadi pusat perhatian.
Psikolog Carl Jung mengatakan, “Segala hal yang membuat kita jengkel terhadap orang lain dapat menuntun kita untuk memahami diri kita sendiri.”
Jika seseorang terus-menerus membajak percakapan dan mengabaikan pengalaman orang lain, itu pertanda bahwa mereka hanya peduli pada diri sendiri.
5. Memberi dengan SyaratOrang yang egois tidak selalu terlihat seperti seseorang yang tidak peduli. Mereka bisa saja terlihat murah hati, tetapi selalu ada motif di baliknya. Setiap kebaikan mereka diberikan dengan harapan akan mendapatkan imbalan.
Psikolog Erich Fromm mengatakan, “Orang yang egois tidak mampu mencintai orang lain, tetapi mereka juga tidak mampu mencintai diri mereka sendiri.”
Jika seseorang hanya membantu saat ada keuntungan bagi mereka, kemurahan hati mereka hanyalah bentuk manipulasi.
6. Mudah Marah Jika Tidak Mendapatkan Apa yang Mereka InginkanOrang yang egois sulit menerima kenyataan jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan mereka. Mereka akan melampiaskan kekecewaan dengan cara yang tidak sehat, seperti marah, menyalahkan orang lain, atau bersikap pasif-agresif.
Psikolog Sigmund Freud mengatakan, “Emosi yang tidak diungkapkan tidak akan pernah mati. Emosi itu terkubur hidup-hidup dan akan muncul kemudian dengan cara yang lebih buruk.”
Ketika seseorang selalu bereaksi berlebihan terhadap hal-hal kecil, itu adalah tanda bahwa mereka memiliki sifat egois yang mendalam.
7. Tidak Dapat Merayakan Keberhasilan Orang LainOrang yang egois melihat hidup sebagai kompetisi. Alih-alih merasa bahagia untuk orang lain, mereka merasa terancam oleh keberhasilan orang lain.
Psikolog Abraham Maslow mengatakan, “Kemampuan untuk berada di masa kini adalah komponen utama kesehatan mental.”
Orang yang benar-benar suportif akan mengangkat orang lain tanpa ragu. Namun, bagi mereka yang egois, mereka hanya ingin merayakan saat mereka yang menjadi pusat perhatian.
8. Menghilang Saat DibutuhkanSangat mudah untuk berada di sekitar seseorang saat segala sesuatunya berjalan baik. Namun, ujian sejati dari karakter seseorang adalah apakah mereka tetap ada saat keadaan menjadi sulit.
Psikolog Brené Brown mengatakan, “Kita tidak harus melakukan semuanya sendirian. Kita tidak pernah ditakdirkan untuk melakukannya.”
Namun, orang yang egois tidak percaya bahwa prinsip ini berlaku untuk mereka—kecuali jika mereka adalah penerima bantuan.
9. Selalu Berperan sebagai KorbanOrang yang egois tidak hanya menghindari tanggung jawab, tetapi mereka juga sering kali menggambarkan diri mereka sebagai korban dalam setiap situasi. Jika Anda menegur mereka atas sesuatu, mereka akan berusaha membuat Anda merasa bersalah.
Psikolog Martin Seligman mengatakan, “Optimisme sangat berharga untuk kelangsungan hidup yang bermakna.”
Orang yang egois lebih suka memainkan peran korban agar orang lain merasa kasihan dan memaafkan perilaku buruk mereka.
Mengenali tanda-tanda keegoisan dalam diri seseorang sangat penting untuk menjaga keseimbangan dalam hubungan interpersonal. Jika Anda sering berhadapan dengan seseorang yang memiliki sifat-sifat ini, penting untuk menetapkan batasan yang sehat dan tidak membiarkan mereka memanfaatkan Anda.
Keegoisan adalah sifat yang dapat diubah, tetapi hanya jika seseorang bersedia untuk tumbuh dan berkembang. Jika seseorang terus-menerus menunjukkan perilaku ini tanpa niat untuk berubah, mungkin sudah saatnya Anda mempertimbangkan kembali hubungan Anda dengan mereka.