Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Maret 2025 | 06.05 WIB

Lingkungan Kerja yang Nyaman Pengaruhi Kesehatan Mental, Kalau Toxic Mending Ditinggal

Tempat kerja yang nyaman mendukung produktivitas dan kesehatan mental. (Freepik) - Image

Tempat kerja yang nyaman mendukung produktivitas dan kesehatan mental. (Freepik)

JawaPos.com - Isu kesehatan mental belakangan menjadi pertimbangan banyak orang dalam menentukan tempat kerja mereka. Terutama gen-z. Generasi ini banyak yang bilang cukup pilih-pilih dalam urusan dan tempat kerja mereka dengan pertimbangan salah satunya adalah kesehatan mental dan psikologis mereka.

Memang iya, tempat kerja dapat mempengaruhi psikologis dan kesehatan mental kita? Jawabannya iya. Sebab, kesejahteraan mental, emosional dan fisik kita sama pentingnya dalam pekerjaan kita. Melansir Australian & New Zealand Mental Health Association, bahkan kesehatan mental di tempat kerja bisa dipengaruhi dari hal yang paling kecil, seperti desain kantor dan tempat mereka bekerja, menyoroti betapa hal tersebut bisa mempengaruhi psikologis seseorang.

Penggunaan komputer dalam jangka waktu lama secara alami meningkatkan kerentanan seseorang terhadap masalah kesehatan mental dan memiliki akses terhadap cahaya alami dapat membantu mengurangi hal ini.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Desain dan Analisis Lingkungan Universitas Cornell menunjukkan bahwa 84 persen pekerja yang duduk dalam jarak tiga meter dari jendela mengalami peningkatan produktivitas dan lebih sedikit kejadian sakit kepala, penglihatan kabur, dan ketegangan mata.

Namun manfaat kesehatan dari pencahayaan ruang kerja yang memadai tidak berhenti di situ. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan alami dapat membantu mengurangi tingkat stres, membantu mengelola gangguan afektif musiman (SAD), dan meningkatkan kualitas tidur, begitu pula dengan kualitas udara di kantor, tingkat kebisingan berlebihan dan kurangnya ruangan multifungsi untuk meredakan stres.

Belum lagi tekanan berlebihan dari atasan atau pengaruh buruk pergaulan yang cenderung toxic. Kesetaraan dan kesadaran gender juga ternyata mempengaruhi, sebab banyak yang belum menyadari hal tersebut, sehingga bagi beberapa orang, belum menganggap penting kesetaraan dalam lingkungan pekerjaan mereka.

Perempuan adalah yang sering kali diremehkan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Nestle Indonesia mengklaim berkomitmen dalam mendukung kesetaraan gender dan keberagaman guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan inklusif, sehingga setiap talenta dapat memaksimalkan potensi terbaiknya.

“Di Nestle Indonesia, kami mendukung dan merayakan peran perempuan setiap hari, bukan hanya di momen spesial seperti hari ini, tetapi pada keseluruhan dari nilai-nilai kami. Hari ini mengingatkan kita akan sejauh mana langkah yang telah ditempuh, sekaligus tantangan yang masih harus dihadapi untuk mencapai kesetaraan gender," ujar Samer Chedid, Presiden Direktur Nestle Indonesia.

Bahkan, hingga saat ini diklaim bahwa sekitar 44 persen posisi manajerial di Nestle Indonesia diduduki oleh perempuan, mencerminkan komitmen perusahaan dalam menciptakan peluang yang setara bagi semua talenta.

Lebih dari itu, Nestle Indonesia juga senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan inklusif dengan menerapkan kebijakan yang berfokus pada kesejahteraan fisik, mental, dan emosional karyawan, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja.

Adapun upaya yang dilakukan oleh perusahaan adalah menekankan kebijakan anti pelecehan seksual, memberikan dukungan perlindungan penuh kepada karyawan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, menegaskan nol toleransi pada pelecehan seksual dan bias implisit, program pendampingan psikologis dan konseling yang tersedia kapanpun diperlukan, kegiatan pemberdayaan perempuan, fasilitas dan kegiatan kebugaran, dan berbagai upaya lainnya.

Dengan komitmen kuat terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, Nestle berupaya menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya mendukung karyawan, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara luas.

Nestle Indonesia juga menyebut, secara konsisten mendorong lebih banyak talenta perempuan dengan menghadirkan berbagai kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dan kesejahteraan karyawan, antara lain memperpanjang cuti melahirkan hingga 7,5 bulan bagi ibu dan 4 minggu untuk ayah, menyediakan pop-up daycare agar ibu bisa menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga untuk mendorong produktivitas, serta menyediakan ruang khusus ibu di kantor, pabrik, hingga kantor pusat distribusi.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore